Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di gelar di Stadion Mandala Krida, Minggu (21/5/2017). (Foto istimewa/Humas Pemkot Jogja)
Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional [HLUN] Daerah Istimewa Yogyakarta [DIY] di gelar di Stadion Mandala Krida
Harianjogja.com, JOGJA--Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di gelar di Stadion Mandala Krida, Minggu (21/5/2017). Pada puncak peringatan di adakan senam dan pentas seni lansia.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya bisa menyaksikkan para lansia yang begitu bersemangat dalam mengikuti Puncak Peringatan HLUN.
“Hal ini menunjukkan bahwa bapak ibu sekalian dapat menikmati kehidupan sehari-hari dengan nyaman dan penuh semangat,” kata Sri Sultan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi.
Sri Sultan dalam sambutannya juga mengajak para lansia untuk tetap giat dan semangat. Ia mengatakan usia senja bukanlah akhir dari segalanya dan dijadikan alasan untuk berhenti berkarya.
Menurut Sri Sultan usia tidak bisa menutup kemungkinan dan kesempatan untuk berprestasi, dan melakukan hubungan sosial, “Hal tersebut sudah dibuktikan dengan banyaknya masyarakat lansia yang memegang peran penting dan memiliki andil besar dalam pengambilan keputusan serta kebijakan di organisasi atau pemerintah," katanya.
Karena itulah, ia mengimbau semua pihak bekerjasama menciptakan hubungan yang erat dan peduli antar sesama, khususnya para lansia agar terciptanya suatu keharmonisan, rasa saling menghargai, dan menghormati satu sama lain.
Pada puncak acara peringatan HLUN yang tahun ini dipusatkan di Kota Yogyakarta, digelar senam masal yang diikuti kurang lebih 7500 peserta, upacara Hari Lanjut Usia, pentas seni dalam bentuk paduan suara ‘Masa Tua Bahagia’, dan bazar karya lansia yang menghidangkan berbagai macam makanan tradisional.
Sebelumnya, juga telah digelar bakti soal ke tiga rumah sakit di DIY yaitu RS Bethesda, RSUP Sardjito, dan RS Jogja. Rencananya juga akan dilaksanakan bedah kamar lansia dan sarasehan dengan tema Membangun Kepedulian Terhadap Lanjut Usia Sejak Dini pada tanggal 24 Mei 2017.
“Sasaran sarasehan adalah guru dan kepala sekolah, harapannya mereka bisa menanamkan kepedulian terhadap lansia kepada anak didiknya,” jelas Suryono, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY.
Suryono mengatakan tema perayaan HLUN tahun ini adalah Hidup Bermartabat di Usia Senja, Lanjut Usia Sejahtera. Ia mengatakan tema tersebut dipilih untuk menyadarkan masyarakat.
“Tema ini dipilih sebagai wahana untuk membuka kesadaran perlunya langkah yang tepat agar posisi orang lanjut usia secara demografis tidak membuka permasalahan baru, tapi menjadi potensi untuk mengatasi berbagai persoalan dimasyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk membuat para lansia menjadi potensi masyarakat, diperlukan upaya bersama antara pemerintah dan segala lapisan masyarakat untuk memberi ruang agar proses alamiah tersebut tidak mengurangi aspek kesejahteran dan kesehatan masyarakat baik secara fisik dan mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.