Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Ilustrasi kekeringan (JIBI/Dok)
Kekeringan Sleman diperkirakan dapat kembali terjadi
Harianjogja.com, SLEMAN -- Suhu maksimal mengawali kemarau saat ini masih dinilai normal. Puncak kemarau untuk wilayah DIY sendiri diprediksi terjadi pada Juli dan Agustus mendatang.
Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG Jogja Djoko Budiono mengatakan, saat ini seluruh wilayah DIY memasuki musim kemarau. Hal tersebut ditandai dengan adanya pergerakan angin monsoon Australia (angin timuran). Periode musim kemarau di DIY, katanya, berlangsung dari Mei-Oktober dengan puncaknya pada Juli-Agustus 2017.
Adapun tinggi gelombang antara dua hingga tiga meter dengan kecepatan angin antara empat hingga sembilan km perjam. "Suhu maksimum saat ini berkisar antara 31-33 celcius. Kondisinya masih normal," jelas Djoko saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (22/5/2017).
Terkait hal itu, Pemkab Sleman mulai mengantisipasi terjadinya potensi bencana kekeringan terutama di wilayah Prambanan. Sebab wilayah ini memiliki potensi bencana kekeringan paling tinggi dibanding wilayah lainnya di Sleman. Mengantisipasi musim kemarau tahun ini, Pemkab mengandalkan ketersediaan air bersih dengan sumur-sumur dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Ketergantungan Indonesia pada implan medis impor mencapai 92%-94%. Pakar mendorong penguatan riset, pendanaan, kolaborasi, dan regulasi nasional.