Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Warga melompati tembok yang menutup akses jalan tempat tinggal mereka di Penumping, Gowongan, Bumijo, Jetis, Yogyakarta, Jumat (12/05/2017). (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Konflik lahan Penumping, kali ini giliran pemilik lahan yang bersuara
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemilik lahan di Jalan Bumijo, Oco Darmowasito memberikan pernyataan terkait pembongkaran tembok oleh warga Kampung Penumping. Ia mengaku telah dipaksa untuk memberikan tanahnya sebagai lahan parkir dan jalan.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/29/konflik-lahan-penumping-forpi-warga-tak-percaya-mediasi-di-kecamatan-wali-kota-diharapkan-turun-tangan-820413">KONFLIK LAHAN PENUMPING : Forpi : Warga Tak Percaya Mediasi di Kecamatan, Wali Kota Diharapkan Turun Tangan
Oco mengatakan sejak membeli tanah itu beberapa bulan yang lalu, warga telah menguasai tanah miliknya tanpa izin dengan memarkirkan kendaraan dan menggunakan jalan yang ada. Oco merasa terganggu dengan adanya dua aktivitas tersebut, karena itu ia melakukan pemagaran.
Karena dilakukan pemagaran, otomatis jalan yang ada ditanah milik Oco, yang sebelumnya digunakan warga untuk akses menuju Jalan Bumijo, jadi tertutup. Menurut Oco keinginan warga agar disediakan jalan pengganti selebar 1,3 meter merupakan sebuah pemaksaan.
"Bila saya tidak memberikan sebagian tanah saya untuk kepentingan rumah-rumah warga tersebut, misalnya akses jalan, atau lahan parkir, apakah saya melanggar hukum? Jika memang rumah-rumah tersebut membutuhkan akses jalan, atau lahan parkir, apakah itu merupakan kewajiban saya pribadi untuk memenuhinya?" Gugat Oco ketika dihubungi Selasa, (30/5/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.