JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Makanan berbahaya ditemukan di c
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Ratusan kemasan garam bleng diamankan tim terpadu pengawasan bahan pangan Pemkab Kulonprogo dari pedagang di Pasar Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo, Jumat (2/6/2017). Bahan tambahan pangan tersebut terbukti mengandung formalin.
Garam bleng berformalin itu ditemukan di dua kios berbeda. Petugas mengamankan 39 bungkus dari kios pertama dan 127 bungkus lainnya di kios kedua. Total beratnya diperkirakan mencapai 2,5 kilogram.
“Setelah ada pengujian terhadap sampel, ternyata positif mengandung boraks,” kata Seksi Perizinan dan Sertifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sapari.
Sapari memamparkan, garam bleng biasanya digunakan untuk membuat nasi gendar yang kemudian bisa diolah lebih lanjut menjadi kerupuk. Garam bleng dapat membuat nasi menjadi lebih awet, kenyal, dan renyah setelah digoreng. Namun, bahan tersebut tidak boleh ditambahkan ke pangan jika mengandung formalin karena berbahaya bagi kesehatan tubuh. Konsumsi dalam jangka panjang bahkan dapat mengakibatkan penyakit kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.