Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalur mudik di kawasan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (8/7/2015). Pengaspalan dan perbaikan jalan di jalur mudik Lebaran 2015 itu dimulai dari Kertosono, Nganjuk hingga Ngawi. Langkah perbaikan jalan itu diharapkan mampu memberikan kenyamanan pengguna jalan saat musim arus mudik mendatang. (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo segera melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran
Harianjogja.com, KULONPROGO -Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo segera melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran pada pekan ini. Kegiatan tersebut dilakukan bersama tim terpadu dari berbagai instansi terkait lain.
Kasi Operasional dan Pengendalian Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Bekti Nurada mengatakan, tim akan mengecek kondisi lampu jalan, apill, rambu-rambu lalu lintas, serta memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
“Minggu depan mau survei lapangan. Nanti kita tentukan titik yang mana yang perlu dapat perhatian lebih, misalnya untuk dipasangi rambu tambahan,” kata Bekti, Jumat (2/6/2017) lalu.
Menurut Bekti, kondisi jalan di wilayah Kulonprogo relatif baik dan layak dilalui, termasuk Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Rambu-rambu lalu lintas juga relatif lengkap. Meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu tambahan yang sifatnya nonpermanen.
Spanduk, banner, maupun baliho berisi imbauan agar selalu hati-hati dan waspada saat berkendara juga sudah disiapkan. Tim nantinya memasang perlengkapan itu di ruas jalan nasional, propinsi, maupun kabupaten.
Rekayasa lalu lintas bisa dibilang mendapatkan perhatian lebih dari Dishub Kulonprogo, terutama untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan. Upaya pemetaan dilakukan bekerja sama dengan Satlantas Polres Kulonprogo, termasuk dalam penentuan jalur alternatif yang bisa digunakan.
Bekti lalu mengungkapkan, tim juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk kondisi darurat, misalnya saat terjadi kecelakaan besar di ruas jalan utama. “Sifatnya insidental. Jadi kalau ada kecelakaan atau kemacetan parah, tim di lapangan bisa langsung bergerak,” ujar Bekti.
Semua persiapan ditargetkan tuntas sebelum H-7 Lebaran, baik itu rambu-rambu tambahan maupun rekayasa lalu lintas. Bekti menambahkan, Dishub Kulonprogo juga akan membuat posko monitoring angkutan Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kalau ada kemacetan, kita akan bantu mengurai,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.