JALUR MUDIK LEBARAN 2017 : Pekan Ini, Kondisi Jalan Disurvei

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 05 Juni 2017 16:55 WIB
JALUR MUDIK LEBARAN 2017 : Pekan Ini, Kondisi Jalan Disurvei

Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalur mudik di kawasan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (8/7/2015). Pengaspalan dan perbaikan jalan di jalur mudik Lebaran 2015 itu dimulai dari Kertosono, Nganjuk hingga Ngawi. Langkah perbaikan jalan itu diharapkan mampu memberikan kenyamanan pengguna jalan saat musim arus mudik mendatang. (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo segera melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran

Harianjogja.com, KULONPROGO -Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo segera melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran pada pekan ini. Kegiatan tersebut dilakukan bersama tim terpadu dari berbagai instansi terkait lain.

Kasi Operasional dan Pengendalian Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Bekti Nurada mengatakan, tim akan mengecek kondisi lampu jalan, apill, rambu-rambu lalu lintas, serta memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

“Minggu depan mau survei lapangan. Nanti kita tentukan titik yang mana yang perlu dapat perhatian lebih, misalnya untuk dipasangi rambu tambahan,” kata Bekti, Jumat (2/6/2017) lalu.

Menurut Bekti, kondisi jalan di wilayah Kulonprogo relatif baik dan layak dilalui, termasuk Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Rambu-rambu lalu lintas juga relatif lengkap. Meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu tambahan yang sifatnya nonpermanen.

Spanduk, banner, maupun baliho berisi imbauan agar selalu hati-hati dan waspada saat berkendara juga sudah disiapkan. Tim nantinya memasang perlengkapan itu di ruas jalan nasional, propinsi, maupun kabupaten.

Rekayasa lalu lintas bisa dibilang mendapatkan perhatian lebih dari Dishub Kulonprogo, terutama untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan. Upaya pemetaan dilakukan bekerja sama dengan Satlantas Polres Kulonprogo, termasuk dalam penentuan jalur alternatif yang bisa digunakan.

Bekti lalu mengungkapkan, tim juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk kondisi darurat, misalnya saat terjadi kecelakaan besar di ruas jalan utama. “Sifatnya insidental. Jadi kalau ada kecelakaan atau kemacetan parah, tim di lapangan bisa langsung bergerak,” ujar Bekti.

Semua persiapan ditargetkan tuntas sebelum H-7 Lebaran, baik itu rambu-rambu tambahan maupun rekayasa lalu lintas. Bekti menambahkan, Dishub Kulonprogo juga akan membuat posko monitoring angkutan Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kalau ada kemacetan, kita akan bantu mengurai,” ucap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online