Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jumlah pencari kerja dan pengiriman tenaga kerja selama Ramadan mengalami peningkatan
Harianjogja.com, SLEMAN—Wilayah Sleman ataupun DIY ternyata belum menjadi tujuan utama para lulusan sekolah menengah kejuruan di Sleman.
Kebanyakan dari mereka memilih untuk merantau kerja di Batam. Saat ini, jumlah pencari kerja dan pengiriman tenaga kerja selama Ramadan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut tidak lepas dari banyaknya anak SMA/SMK yang lulus tahun ini.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Sleman Setiasi mengatakan ketertarikan lulusan SMK untuk bekerja sejalan dengan banyaknya tawaran lowongan dari sejumlah perusahaan di Batam.
Terutama di bagian produksi elektronik. “Sejak awal puasa sudah ramai yang mengikuti rekrutmen kerja. Yang banyak diminati perusahaan asal Batam meskipun statusnya masih karyawan kontrak,” ujarnya, Selasa (6/6/2017).
Asih mengatakan banyak perusahaan di Batam yang tertarik merekrut lulusan SMK Sleman karena kualitasnya lebin baik dibandingkan daerah lainnya. Sejak Januari hingga Mei ini, tercatat 124 tenaga kerja asal Sleman yang bekerja di Batam.
Selama ini, Disnaker Sleman menjalin banyak kerja sama dengan berbagai perusahaan di Batam. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh memadainya fasilitas, sarana dan prasarana yang disediakan pihak perusahaan. Seperti angkutan antar jemput bagi karyawan dan penerimaan gaji di atas upah minimum kabupaten di Sleman. Rata-rata gaji karyawan di perusahaan di Batam Rp3,1 juta atau tiga kali lipat UMK di Sleman.
Namun, ada beberapa persoalan yang muncul ketika tenaga kerja asal Sleman bekerja di Batam. Masalah yang muncul bukan oleh perusahaan tetapi akibat faktor individu. Tidak kerasan, kangen sama keluarga dan lainnya. Kondisi tersebut berdampak pada pekerja tidak menyelesaikan masa kerja sesuai kontrak yang ditandatangani.
Salah seorang pencari kerja, Tri Wahyuni, mengaku tertarik bekerja ke Batam karena informasi dari saudaranya yang lebih dulu bekerja di sana. Lulusan sebuah SMK swasta di Ngaglik itu mengaku, sudah menyiapkan diri untuk dapat diterima di perusahaan elektronik. “Sudah ada saudara juga di sana [Batam]. Gajinya juga tinggi dibandingkan kalau bekerja di sini [Sleman],” ucap gadis berusia 18 tahun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian