KEBAKARAN BANTUL : Swalayan WS Rugi Sekitar Rp50 Juta

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Jum'at, 09 Juni 2017 01:40 WIB
KEBAKARAN BANTUL : Swalayan WS Rugi Sekitar Rp50 Juta

Pekerja menyelamatkan pakaian dan barang dagangan lain pada kebakaran yang menimpa swalayan WS di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Kamis (8/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Damkar menurunkan 12 personel dengan dua mobil Damkar dan satu tanker

Harianjogja.com, BANTUL—Api yang melahap gudang penyimpanan barang toko WS Swalayan di Dusun Kasihan, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Kamis (8/6/2017), menyebabkan kerugian sekitar Rp50 juta.

Kerugian muncul setelah api melalap gudang dua lantai yang berisi pakaian, sepatu, kosmetik, snack dan beberapa barang lainnya. Menurut penuturan salah satu karyawan, Sigit Apriyanto, kejadian bermula pada pukul 13.30 WIB saat jaringan listrik di kawasan tersebut padam. Dia segera menyalakan genset sebagai tenaga listrik cadangan.

Namun, listrik segera menyala dan padam kembali sehingga dia harus menyalakan genset sebanyak dua kali. Setelah itu, Sigit mengaku meninggalkan genset yang terletak di depan kamar mandi gudang untuk berjaga di depan.

Tak lama kemudian tercium bau asap dan teriakan kebakaran dari arah dalam gudang. Dia bergegas ke gudang dan meminta pertolongan tetangga sekitar. “Warga banyak yang membawa ember isi air,” katanya, Kamis. Sigit menduga kebakaran tersebut berasal dari korseleting genset.

Komandan Unit Pemadam Kebakaran Bantul, Khamdani, membenarkan penyebab kebakaran tersebut. Kala itu listrik di kawasan tersebut memang sedang padam. Damkar menurunkan 12 personel dengan dua mobil Damkar dan satu mobil tangki air.

Personel dari Unit Damkar Bantul dibantu dengan satu mobil Damkar dari Kota Jogja dan satu unit dari PT. Madubaru. “Durasi pemadaman 1,5 jam, cukup lama,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online