Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Slili memasang spanduk larangan mendiriakan bangunan di area laguna Pantai Slili, Desa Sidoharjo, Kecaamatan Tepus, Gunungkidul. Senin (30/1/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Terdapat sekitar 30 pokdarwis yang aktif mengelola wisata dan memperoleh pendapatan langsung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul disebut-sebut turut dipengaruhi adanya keterlibatan masyarakat dalam pengelola objek wisata. Salah satunya melalui peran kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang aktif mengelola wisata hingga akhirnya dapat meningkatkan perekonomian warga.
Sekretaris Dinas Pariwisasta Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan pengelolaan pariwisata dengan melibatkan masyarakat secara langsung memang didorong untuk dapat menurunkan angka kemiskinan. Saat ini terdapat sekitar 30 pokdarwis yang aktif mengelola wisata dan memperoleh pendapatan langsung dari sektor pariwisata.
“Dispar mendorong masyarakat ikut dalam aktivitas usaha kepariwisataan, termasuk salah satunya adalah melalui pokdarwis,” ujarnya, Kamis (15/6/2017). Hal itu sesuai dengan rencana pembangunan pariwisata dan juga sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Pokdarwis yang termasuk dalam kelembagaan pariwisata merupakan salah satu ujung tombak agar masyarakat turut serta dalam pembangunan wisata. Adanya data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan tidak lepas dari peran pokdarwis. Di pokdarwis ada usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka kepariwisataan, yang itu semua memiliki dampak ekonomi secara langsung terhadap anggotanya.
Kepala Badan Pusat Statistik Gunungkidul Sumarwiyanto sebelumnya memperkirakan penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul itu disebabkan pesatnya perkembangan pariwisata selama beberapa tahun terakhir.
Terlebih, semakin banyaknya objek wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat, menimbulkan multiefek yang baik bagi perekonomian. Pasalnya masyarakat menerima pendapatan langsung dari sektor pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Pemprov Jateng raih banyak penghargaan pendidikan 2026, termasuk wajib belajar 13 tahun dan inovasi digital siswa.
Pemda DIY salurkan 17 sapi kurban Iduladha 2026, termasuk sapi Presiden hampir 1 ton dari Sleman.
Tren K-Pop berubah drastis, girl group kini mengusung musik techno agresif demi menarik pasar global dan dominasi konten video pendek.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.