LIBUR LEBARAN : Setiap hari, Ada 500 Botol Bekas Minuman di 1 Objek Wisata

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Senin, 19 Juni 2017 14:59 WIB
LIBUR LEBARAN : Setiap hari, Ada 500 Botol Bekas Minuman di 1 Objek Wisata

Banyaknya sampah yang dihasilkan wisatawan yang berkunjung di kawasan objek wisata Mangunan-Dlingo jadi salah satu perhatian

 
Harianjogja.com, BANTUL--Banyaknya sampah yang dihasilkan wisatawan yang berkunjung di kawasan objek wisata Mangunan-Dlingo jadi salah satu perhatian pengelola selain permasalahan SDM.

Selain sampah dari wisatawan, sampah yang dihasilkan alam sendiri seperti dedaunan dan ranting kering juga tergolong banyak karena berada di kawasan hutan.

Ketua Koperasi Notowono Dlingo, Purwo Harsono mengatakan setiap harinya rata-rata ada 500 botol sampah anorganik yang terkumpul dari satu objek wisata saja, padahal pihaknya mengelola tujuh objek wisata sekaligus.

Saat ramai, petugas akan mengambil sampah-sampah tersebut tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang, dan sore. Setelah diambil dan dikumpulkan di satu tempat, sampah tersebut akan disortir antara yang laku dijual dan dihancurkan. "Kalau sampah botol kan laku," katanya pada Minggu (18/6/2017).

Menurutnya, makin meningkat kunjungan wisata maka meningkat pula volume sampah yang dihasilkan. Meskipun ia mengaku belum pernah menghitung secara pasti berapa kilogram sampah yang dihasilkan wisatawan setiap harinya, pihaknya telah menyiapkan proposal ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk meminta bantuan dalam menangani sampah ini.

Sebab pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu indikator kenyamanan objek wisata.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Relawan Sena Putra, Waljito yang menggandeng Kapolres Bantul untuk menyumbangkan 50 tong sampah bagi sembilan objek wisata di kawasan Mangunan-Dlingo. Penbagiannya yakni Pinus Sari 13 buah, Seribu Batu 6 buah, Puncak Becici 5 buah, Gunung Pengger 5 buah, Pinus Asri 5 buah, Lintang Sewu 5 buah, Bukit Mojo 4 buah, Bukit Panguk 4 buah, dan Jurang Kaligondang 3 buah.

Waljito mengatakan kebersihan merupakan salah satu faktor penting yang harus terpenuhi saat pengelola akan membranding objek wisata. Maka menurutnya, sumbangan berupa tong sampah ini merupakan upaya relawan dalam memajukan pariwisata Bantul khususnya di kawasan Mangunan-Dlingo yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat.

"Harapannya objek wisata ini jadi asri, bersih dan nyaman bagi para pengunjung," ucapnya.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, beberapa tong sampah langsung dipasang di sepanjang jalur wisata di dalam kawasan Pinus Sari. Di mana sebelumnya hanya ada beberapa tong sampah yang disediakan pengelola di titik-titik penting seperti jalan masuk dan bukit-bukit yang cukup sulit dijangkau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online