PEDAGANG LESEHAN MALIOBORO : Penindakan Warung Nakal Jangan Hanya Saat Lebaran

Sunartono
Sunartono Sabtu, 01 Juli 2017 00:23 WIB
PEDAGANG LESEHAN MALIOBORO : Penindakan Warung Nakal Jangan Hanya Saat Lebaran

Karyawan Lesehan di Malioboro telah menyiapkan racikan menu makanan pembeli, Kamis (29/6/2017) siang. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pariwisata DIY mengapresiasi tindakan UPT Malioboro yang memberikan tindakan tegas terhadap warung lesehan Malioboro yang mematok harga tinggi. Tindakan tegas diharapkan tidak hanya saat lebaran saja, tetapi juga pada hari-haribiasa.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengapresiasi adanya tindakan tegas terhadap PKL yang dinilai nakal. Menurutnya penindakan perlu dilakukan tidak hanya saat lebaran saja agar para pengunjung bisa terlayani dengan baik, sekaligus sebagai tantangan untuk tetap mempertahankan citra positif pariwisata Jogja. Penindakan setiap pekan juga perlu dilakukan utamanya saat libur panjang yang seringkali juga terjadi kasus serupa.

"Tindakan UPT kiranya jangan hanya saat lebaran saja, namun dengan keep silent, melakukan operasi bulanan. Tidak hanya di saat lebaran tiap tahunan saja, namun  bisa mingguan saat weekend pun perlu. Ini sebagai sebuah tantangan, tugas rutin, dalam rangka memperbaiki citra Jogja sebagai kota wisata yang nyaman, aman dan menarik dikunjungi sehingga ada ungkapan, kapan lagi ke Jogja," terang Aris, Jumat (30/6/2017).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online