Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi ibadah haji (JIBI/Solopos/Reuters)
Haji 2017, Aisyiyah memiliki bimbingan haji
Harianjogja.com, JOGJA -- Aisyiyah Daerah Kota Jogja mengadakan acara silahturahmi dan pelepasan calon jemaah haji 1438 H. Kegiatan ini dilangsungkan dalam rangka perayaan puncak milad Aisyiyah ke-100, Jumat (7/7/2017).
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/07/07/haji-2017-aisyiyah-kota-jogja-memberangkatkan-116-jemaah-831811">HAJI 2017 : Aisyiyah Kota Jogja Memberangkatkan 116 Jemaah
Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Jogja, Himmatus Sudja’ah mengatakan selama ini banyak orang yang belum tahu jika Aisyiyah Daerah Kota Jogja sudah memiliki bimbingan haji sendiri. Padahal kelompok bimbingan haji Aisyiyah Daerah Kota Jogja memberangkatkan tiga angkatan haji.
Dia mengimbau para pimpinan menginformasikan kepada para jemaah, bimbingan haji untuk keberangkatan tahun depan atau dua tahun lagi sudah bisa dilakukan pendaftaran.
Himmatus Sudja’ah melanjutkan para jemaah yang akan diberangkatkan akan dibimbing selama kurang lebih 10 bulan.
“Kalau jaraknya masih jauh, ada pengajian sebulan sekali. Kalau jarak keberangkatannya sudah dekat akan semakin diintensifkan,” terang dia, Jumat (7/7/2017).
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan harapannya agar semua jemaah haji yang diberangkatkan Asiyiyah Daerah Kota Jogja diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah.
“Kami berharap dan mendoakan calon jemaah haji, semoga mendapatkan kemudahan dan diberikan kesehatan agar bisa melakukan rukun wajib dan sunnah haji, sehingga bapak dan ibu hajinya mabrur,” ujar Himmatus Sudja’ah.
Sementara itu pembicara dalam acara tersebut, Hadiroh Achmad menyampaikan Ramadan dan haji adalah satu rangkaian yang saling terkait. Ia mengatakan dalam surat Al Baqarah ayat 183 Ramadhan diharapkan membuat orang-orang jadi takwa.
“Ketakwaan inilah yang menjadi bekal yang dibawa untuk menunaikan ibadah haji. Berbekallah kamu, dan sebaik-baik bekal itu adalah takwa. Bapak dan ibu sudah melaksanakan puasa sebulan penuh untuk mencapi takwa,” jelasnya.
Ia melanjutkan, keterkaitan Ramadan dan haji berikutnya adalah ketika bulan Ramadan berakhir orang-orang akan menangis dan penasaran apakah dirinya dapat menikmati lagi Ramadan di tahun berikutnya atau tidak
“Hal itu juga yang dirasakan jemaah haji. ‘Kapan aku bisa kesana lagi?’. menunaikkan ibadah haji tidak ada kapoknya. Mesti ada harapan kesana lagi, entah dengan jalan haji atau umroh,” jelsnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.