Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Kabut menyelimuti kawasan Candi Prambanan dan Candi Sojiwan pada pagi pertama 2014. Foto diambil dari Dusun Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (1/1/2014) pagi. (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Pemkab Sleman mendapat masukan dari Sultan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyatakan masalah wisata perbatasan yang terjadi di Kulonprogo tak boleh terulang di Sleman. Pengembangan wisata di daerah perbatasan diminta berbekal dialog yang matang antar pihak terkait.
“Konflik urusan bagi-bagi uang itu saya isin [malu],” tegasnya dalam acara syawalan di Pendopo Bupati Sleman, Jumat (7/7/2017).
Sleman selaku daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah dinilai punya potensi mengalami hal serupa jika tidak diantisipasi. Terlebih lagi, tambah Sultan, ada daerah-daerah di Sleman yang aksesnya harus melalui wilayah Jawa Tengah.
Meski sampai saat ini belum ada polemik yang mencuat, Sleman diminta bisa melakukan tindakan preventif. Hal ini juga ada kaitannya dengan rencana operasional Bandara International New Yogyakarta (NYIA) pada 2019 mendatang. Masa dua tahun harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah agar wisatawan baik lokal maupun asing tetap menjadikan Jogja sebagai lokasi kunjungan.
Dengan keberadaan bandara serta infrastruktur fisik lainnya yang mengakomodir objek wisata Candi Borobudur di Magelang, Sultan berpendapat jika tantangannya adalah etap menjadikan Jogja sebagai tempat menginap wisatawan.
“Orang lihat Borobudur dari Jogja atau orang datang ke Jogja untuk melihat Borobudur, itu tergantung kita sendiri,”imbuhnya.
Selain itu, Sultan juga menyoroti kasus pedagang yang menaikkan harga di luar kewajaran di Malioboro beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, dikatakan pula jika pedagang kerap menaikkan harga jauh di luar kewajaran meski tetap tercantum di menu, sebagaimana diatur oleh pemerintah.
Hal ini juga bisa merugikan karena harga yang dicantumkan sama sekali tidak proporsional dan keterlalu. Ia mengatakan bahwa masyarakat harus berbenah menyesuaikan standar pelayanan untuk menciptakan iklim wisata yang baik.
Untuk diketahui, sebelumnya muncul keluhan akan sepinya objek wisata mangrove di Jangkaran, Kulonprogo pada libur Lebaran. Hal ini imbas dari sedang dilakukan pembangunan fisik di Desa Jogoboyo, Purwodadi, Purworejo sejak 3 hari sebelum Lebaran. Padahal, jalur tersebut akses satu-satunya menuju objek wisata tersebut. Kendaraan yang bisa melintas hanyalah kendaraan roda dua sedangkan jalur di sisi timur juga ditutup dengan batu dan mesin molen.
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan jika daerah Gayamharjo, Prambanan memang memiliki kondisi yang nyaris serupa dengan Kulonprogo yang berbatasan dengan Purworejo. Akses menuju wilayah Sleman, DIY tersebut harus melalui Klaten yang notabene wilayah pemerintahan Jawa Tengah. Sejauh ini, Sri menilai belum ada objek wisata di daerah tersebut yang akan menjadi sumber konflik.
“Mudahan jangan sampai ada, masalahnya kan masuk sana harus lewat kampung lain,”ujarnya. Namun, ia mengatakan jika Sleman sudah memiliki pengalaman koordinasi yang baik dengan pemerintah tetangga terkait sumber daya. Selain itu, komunikasi dengan daerah perbatasan juga terus dijaga dengan saling menghormati wilayah dan sumber daya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.