Syawalan di Bantul, Sultan Beri Wejangan tentang Pengembangan Wisata

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Selasa, 11 Juli 2017 05:20 WIB
Syawalan di Bantul, Sultan Beri Wejangan tentang Pengembangan Wisata

Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi sang istri, GKR Hemas serta Wakil Gubernur DI. Yogyakarta, Paku Alam X dan istri, GKBRAy Adipati Paku Alam X menerima ucapan selamat Idul Fitri dan permohonan maaf dari masyarakat Jogja dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DI. Yogykarta pada acara Syawalan di Pendopo Kepatihan, Senin (3/7). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)

Pemkab Bantul bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan elemen masyarakat menggelar syawalan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X

 
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan elemen masyarakat menggelar syawalan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama istri di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul pada Senin (10/7/2017).

Dalam kesempatan itu hadir pula Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X bersama istri dan jajaran Pemerintah DIY.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul Suharsono yang ditemani Wakil Bupati Abdul Halim Muslih mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi forum untuk mempererat silaturahim seluruh komponen baik pemerintah maupun masyarakat yang berada di Bantul.

Selain itu pihaknya juga meminta restu atas penyelenggaraan PORDA yang akan berlangsung 24 Juli - 5 Agustus mendatang. "Kami mohon restu agar penyelenggaraan PORDA sukses," katanya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan harapan dalam sambutannya, agar Kabupaten Bantul yang nantinya akan menjadi halaman depan DIY benar-benar memperhatikan infrastruktur wisata.

Sebab menurutnya, jika tidak dipersiapkan dengan baik, pembangunan NYIA dan empat jalur laiknya JJLS menuju objek wisata Candi Borobudur hanya akan menguntungkan daerah lain.

Maka menurutnya, Pemkab Bantul harus punya inovasi dan standarisasi dalam mengelola pariwisata yang ada. Jangan sampai pengembangan objek wisata hanya mengejar kenaikan PAD tanpa memperhatikan kesiapan fasilitas wisata yang dibutuhkan untuk menyambut wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Masyarakat juga harus berperan aktif dalam pengembangan objek wisata. "Bantul punya objek wisata yang berbatasan dengan daerah lain, ojo ribut tapi kerjasama. Harus rembugan, cari win-win solution agar semua mendapat manfaat," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online