Komisi A DPRD Jogja Dorong Seni Jalanan Dikurasi dan Punya Lokasi Khusus
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
CEO Harian Jogja, Arif Budisusilo (kedua dari kiri) menyampaikan harapan untuk pertumbuhan Harian Jogja dalam perayaan HUT Harian Jogja ke-18 bertajuk Melesat Tinggi Menebar Inspirasi di Kantor Harian Jogja, Rabu (20/5/2026). / Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki usia ke-18 tahun, Harian Jogja menegaskan langkah transformasinya dari perusahaan media menuju perusahaan komunikasi yang menyediakan layanan lebih luas dan terintegrasi. Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens dan perkembangan industri media.
CEO Harian Jogja, Arif Budisusilo, mengatakan perjalanan Harian Jogja selama 18 tahun bukan hal yang mudah. Menurutnya, Harian Jogja sebagai anak perusahaan Bisnis Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat.
Ia menuturkan media saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan model bisnis konvensional. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi membuat perusahaan media perlu menyesuaikan diri.
“Kalau bicara media dan platform, pergeserannya luar biasa. Koran memang sudah tidak lagi menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi tetap harus dijaga karena memiliki nilai legacy dan kredibilitas,” ujarnya dalam perayaan HUT ke-18 bertajuk Melesat Tinggi Menebar Inspirasi di Kantor Harian Jogja, Rabu (20/5/2026).
Arif menjelaskan selama ini media berada pada posisi hilir, yakni menyampaikan informasi kepada audiens. Namun saat ini, menurutnya, Harian Jogja mulai bergeser ke arah hulu melalui pengembangan layanan komunikasi yang lebih luas, seperti strategi komunikasi, penguatan merek, hingga mitigasi risiko kebijakan dan komunikasi.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi langkah penting agar media tetap relevan di tengah dinamika industri.
“Alhamdulillah, dari pandemi sampai hari ini kami terus bertumbuh meski kondisi ekonomi sedang kurang stabil,” katanya.
Sementara itu, Content Director sekaligus Chief Operating Officer Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menyampaikan tema HUT ke-18 tersebut tidak hanya menggambarkan pertumbuhan Harian Jogja, tetapi juga semangat untuk berkembang bersama para mitra.
“Kami tidak ingin sendiri melesat. Kami mengajak mitra terbaik untuk tumbuh dan melesat bersama. Kita bersama, kita kuat,” ujarnya.
Sementara Chief Communication Officer (CCO) Harian Jogja, Yonatan Chandra Permana, mengatakan selama 18 tahun Harian Jogja telah memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai platform komunikasi yang menjadi modal untuk berkembang menjadi perusahaan komunikasi.
Menurutnya, dulu Harian Jogja lebih dikenal sebagai perusahaan media yang identik dengan koran, portal daring, dan event organizer. Namun kini, cakupan layanan Harian Jogja semakin luas.
“Dulu perusahaan media, saat ini kami bertransformasi menjadi perusahaan komunikasi,” katanya.
Ia menjelaskan sejumlah layanan yang kini dikembangkan meliputi perencanaan strategi komunikasi, penguatan merek dan positioning, public relations, multimedia dan konten kreatif, media buying, pelatihan, hingga penyelenggaraan aktivitas dan event.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.