PPDB 2017 : Pendaftaran Sistem RTO Ditutup, Kuota 4 SMP Belum Terpenuhi

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Rabu, 12 Juli 2017 21:20 WIB
PPDB 2017 : Pendaftaran Sistem RTO Ditutup, Kuota 4 SMP Belum Terpenuhi

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Seorang siswa beserta orangtua menanyakan informasi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 5, Kotabaru, Jogja, Selasa (9/7). PPDB berlangsung dari tanggal 8-10 Juli 2013 pukul 14.00 WIB.

Kuota 4 SMPN di Sleman belum terpenuhi hingga penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Real Time Online

 
Harianjogja.com, SLEMAN-Kuota 4 SMPN di Sleman belum terpenuhi hingga penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Real Time Online (RTO) pada Rabu(12/7/2017). Beberapa dari sekolah yang masih kekurangan murid tersebut berada di wilayah perbatasan.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana membenarkan masih ada sejumlah sekolah yang daya tampungnya belum maksimal.

“Iya, masih ada beberapa sekolah di perbatasan,” ujarnya.

Sekolah tersebut antara lain SMPN 3 Turi, SMPN 3 Prambanan, SMPN 4 Prambanan, dan SMPN 4 Tempel.

Sesuai aturan yang diterapkan, sekolah tersebut masih dibolehkan membuka pendaftaran secara manual hingga pembukaan tahun ajaran baru. Meski tak ada ikatan sistem yang harus diterapkan, Ery mengatakan harus diutamakan siswa yang sudah mendaftar secara online dan kemudian terlempar akibat seleksi yang dilakukan.

Selain itu, sekolah juga harus jeli menerima siswa yang sudah terlempar tersebut namun belum mendapatkan sekolah hingga penutupan sistem seleksi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Arif Haryono mengatakan optimis kuota siswa terpenuhi. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, tidak ada SMP negeri di Sleman yang kekuarangan siswa saat tahun ajaran dimulai. Selama pelaksanaan PPDB RTO, proses dikatakan berjalan lancar tanpa kendalam berarti. Namun, apabila memang ada keluhan maupun konflik yang terjadi, Arif menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti.

Sementara itu, Sutardi, Kepala SMPN 4 Prambanan mengatakan pendaftar yang kurang dari kuota memang terjadi di sekolahnya. “Malahan lebih baik, tahun lalu kurangnya [jumlah siswa] lebih banyak,” terangnya kepada wartawan.

SMPN 4 Prambanan hanya mendapatkan 53 siswa dari kuota sebanyak 64 siswa. Sementara tahun lalu hanya ada 48 pendaftar dari jumlah kuota siswa yang sama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online