PERIKANAN BANTUL : Waspada Virus Tilapia, Apa Itu?

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Kamis, 13 Juli 2017 13:52 WIB
PERIKANAN BANTUL : Waspada Virus Tilapia, Apa Itu?

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Dwiningsih, 28 warga Kepuh, Nguter, Sukoharjo memotong ikan air tawar yang telah dipesan pembeli di Jl Raya Solo-Wonogiri, Kepuh, Jumat (18/4). Ikan yang didatangkan dari waduk Gajahmungkur, Wonogiri tesebut dijual dengan harga Rp18.000 per Kg untuk ikan Nila dan Rp 20.000 per Kg untuk ikan Jambal

Perikanan Bantul, KPP memberikan peringatan serangan virus

Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul mulai waspada akan serangan Tilapia Lake Virus (TiLV) atau virus Tilapia pada ikan nila. Kewaspadaan tersebut menyusul adanya peringatan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada pekan lalu.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=833116">PERIKANAN BANTUL : Waspada Virus Tilapia, Apa Itu?

Kepala Disperpautkan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan meski belum ada laporan dari masyarakat pihaknya telah mengantisipasi virus tersebut dengan menerapkan metode Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Pulung  menyebutkan dari 200 kelompok pembudidaya ikan di Bantul, hampir semuanya telah menerapkan metode tersebut. Namun baru 5% saja atau sekitar 15 kelompok yang mendapatkan sertifikat jaminan mutu benih ikan nila yang dibiakkan dengan metode CPIB.

Salah seorang peternak ikan nila, Haidar mengaku baru mendapat kabar adanya virus tersebut dari internet. Peternak ikan di Dusun Pagergunung 1, Piyungan tersebut mengaku khawatir virus itu akan menyerang ikan petani Indonesia.

“Infonya di Indonesia belum ada, tapi kan was-was,” ungkapnya, Rabu (12/7/2017)

Menurut Haidar, setelah mendengar kabar tersebut dia kemudian memeriksa ikan-ikan di kolam miliknya. Hasilnya memang belum ditemukan tanda-tanda ikan yang terserang virus tersebut. Ciri-ciri ikan nila yang terkena virus Tilapia berupa tubuh ikan yang menghitam, erosi pada kulit, pembengkakan rongga perut dan pembengkakan pada mata ikan. Ia mengaku melakukan perawatan seperti biasa, namun menambah intensitas pengelolaan air.

“Kebersihan air kita tingkatkan, biar ikan benar-benar sehat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online