PPDB 2017 : Kota Diklaim Tidak Ada Persoalan Tapi ...

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Sabtu, 15 Juli 2017 08:22 WIB
PPDB 2017 : Kota Diklaim Tidak Ada Persoalan Tapi ...

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Seorang siswa beserta orangtua menanyakan informasi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 5, Kotabaru, Jogja, Selasa (9/7). PPDB berlangsung dari tanggal 8-10 Juli 2013 pukul 14.00 WIB.

PPDB 2017 Jogja dinilai lancar

Harianjogja.com, JOGJA -- Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edi Hari Suasana mengklaim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018 tidak ada persoalan yang cukup serius.

"Semuanya lancar dan bisa dipertanggungjawabkan." kata Edi melalui sambungan telepon, Jumat (14/7/2017).

Edi memastikan semua sekolah menengah pertama (SMP) Negeri sudah terpenuhi kuota. Terkait beberapa sekolah yang tidak terpenuhi kuota calon siswa dari keluarga miskin atau pemegang kartu menuju sejahtera (KMS), Edi menuding justru siswa dan keluarga siswa tersebut yang keliru memilih sekolah.

Diketahui ada empat sekolah yang tidak terpenuhi daya tampung kuota KMS yaitu SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 8. Edi menduga siswa pemegang KMS mengira di empat sekolah tersebut persaingan ketat sehingga memilih beberapa sekolah lain sehingga di sekolah lain justru kelebihan kuota siswa KMS, bahkan harus membuang kelebihannya. Sementara untuk mendaftar lagi di sekolah lain sudah tidak bisa.

"Ada 13 sekolah yang membuang kelebihan [siswa KMS]," kata Edi.

Edi mengtakan kuota untuk siswa KMS Kota Jogja sebanyak 861 siswa. Hanya tidak terpenuhi 41 siswa. Sisa kuota untuk siswa KMS yang tidak terpenuhi tersebut akhirnya dialihkan untuk siswa non-KMS.

"Jatah KMS yang tidak terpenuhi diploting ke yang reguler. Jadi smua terpenuhi." ujar dia.

Ia menambahkan PPDB Kota Jogja tidak menggunakan sistem zonasi per kecamatan seperti kabupaten lainnya. Zonasi yang berlaku hanya 90 persen untuk warga kota dan sisanya warga luar kota. Kendati demikian sistem zonasi di daerah lain akan menjadi bahan evaluasi di tahun depan, karena kemungkinan sekolah di kota kekurangan siswa sebagai akibat sistem zonasi di daerah luar kota Jogja.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Suharno mengaku kuota siswa KMS yang mendaftar di sekolahnya hanya 5 orang dari total kuota 25 orang. Kuota untuk siswa KMS akhirnya dialihkan ke non KMS sehingga sekolahnya sudah memenuhi sebanyak 319 siswa KMS dan non KMS. "Kuota siswa keseluruhan tetap terpenuhi." katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online