PASAR TRADISIONAL JOGJA : Serangan Tak Sekadar Urusan Jualan

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Rabu, 19 Juli 2017 01:40 WIB
PASAR TRADISIONAL JOGJA : Serangan Tak Sekadar Urusan Jualan

Suasana Pasar Serangan, Jogja, Selasa (18/7/2017). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)

Berkenalan dengan pedagang baru sangat penting agar tidak ada kesan ada orang asing di kawasan itu

Harianjogja.com, JOGJA—Hubungan baik sesama pedagang jadi kunci utama dalam mewujudkan pasar tradisional yang nyaman dan aman. Pedagang perlu menjaga tali silaturahmi dan tidak hanya berorientasi pada bisnis semata.

Hal tersebut diamini oleh Iyah, perempuan 59 tahun yang berjualan plastik di Pasar Serangan, Kecamatan Wirobrajan, Jogja. Ia mengaku hampir mengenali seluruh pedagang yang ada di pasar itu. Mulai dari pedagang yang lama sampai pedagang yang baru bergabung.

Baginya, berkenalan dengan pedagang baru sangat penting agar tidak ada kesan ada orang asing di kawasan itu. Pedagang memang dipertemukan di pasar dalam lingkungan pekerjaan. Kendati demikian, pedagang jangan hanya berpikir untuk bisnisnya saja.

“Sesama tetangga ya enggak asal omong tapi jaga perasaan. Jangan hanya memikirkan bisnis saja," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (18/7/2017). Kerukunan antarpedagang akan menciptakan kenyamanan dan kenyamanan yang terbentuk akan menimbulkan keamanan.

Juru parkir di Pasar Serangan, Tri Utama, menuturkan kunci kerukunan di pasar bisa terjadi jika masing-masing orang patuh pada peraturan yang ada. Jika yang terjadi justru sebaliknya yaitu melanggar peraturan dan mengutamakan egoisme diri sendiri, suasana usaha di pasar menjadi tidak kondusif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online