KONFLIK YAYASAN : Kisruh Jangan Hambat KBM Bhinneka Tunggal Ika

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Rabu, 19 Juli 2017 18:40 WIB
KONFLIK YAYASAN : Kisruh Jangan Hambat KBM Bhinneka Tunggal Ika

ilustrasi anak sekolah

Alasannya disebut-sebut yayasan tidak mendanai lagi kegiatan belajar mengajar siswa sejak tahun ajaran 2016/2017

Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, meminta konflik internal Yayasan Bhinneka Tunggal Ika tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

“Apapun konfliknya, yang penting saya minta KBM tetap jalan,” kata Haryadi, Selasa (18/7/2017). Dia menuturkan konflik yayasan yang berujung mengungsinya siswa siswi sekolah tersebut hanya persoalan internal sehingga perlu diselesaikan secara internal.

Sekitar 40 siswa siswi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Yayasan Bhinneka Tunggal Ika yang berlokasi di belakang Pasar Kranggan, Jetis, mengungsi ke Ndalem Notoprajan di Jalan Agus Salim, Ngampilan.

Alasannya disebut-sebut yayasan sudah tidak mendanai lagi kegiatan belajar mengajar siswa sejak tahun ajaran 2016/2017 dan beberaa guru di sekolah tersebut dipecat oleh yayasan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori mengaku sudah berkoordinasi dengan yayasan dan guru di yayasan tersebut. Namun, Disdik belum bisa mengambil kesimpulan dari persoalan tersebut,

Kepala Sekolah SMP Bhinneka Tunggal Ika, Theresia Nariza, menyatakan sudah melaporkan kasus tersebut ke Ombudsman dan Dinas Pendidikan. Ia merupakan salah satu guru yang mengerahkan siswa untuk mengungsi.

Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Chandra menyatakan tidak ada pemecatan terhadap guru tetapi hanya pembaruan kontrakan dengan dalih mendisiplinkan para guru dan memperjelas ketugasan guru. Kebijakan itu karena sekolah tersebut menerapkan kebijakan lima hari sekolah. Yayasan juga siap menerima kembali siswa dan guru yang mengungsi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online