Kejati Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi RSUD Bantul Bernilai Miliaran Rupiah, Mengapa?

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 21 Juli 2017 07:22 WIB
Kejati Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi RSUD Bantul Bernilai Miliaran Rupiah, Mengapa?

Sejumlah aktivis antikorupsi Malang Corruption Watch (MCW) merentang poster saat berunjuk rasa di depan Gedung Balai Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (12/5/2015). Mereka memprotes kunjungan kerja (kunker) Wali Kota Malang Mochamad Anton dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah selama 10 hari ke Eropa Timur. MCW menilai lawatan tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran pendapatan dan belanja daerah karena sejumlah kepala satuan kerja yang diajak berkeliling Eropa itu tak berkaitan dengan misi daga

Korupsi Bantul untuk kasus di RSUD Bantul dihentikan

Harianjogja.com, JOGJA -- Kejaksaan Tinggi DIY menyatakan tidak bisa melanjutkan kasus dugaan korupsi Dana Desa Bangunharjo Sewon senilai Rp10,5 miliar dan proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantul senilai Rp11 miliar, karena tidak cukup bukti.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/06/08/tak-bisa-nawar-pengadaan-ct-scan-di-rsud-bantul-dinilai-janggal-823516">Tak Bisa Nawar, Pengadaan CT Scan di RSUD Bantul Dinilai Janggal

"Karena penyimpangannya tidak ditemukan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Sri Harijati dalam ekspos perkara yang ditangani Kejati DIY dan kejaksaan negeri kabupaten dan kota, Kamis (20/7/2017).

Sri Harjati mengatakan dua kasus dugaan korupsi tersebut dilaporkan oleh warga pada 1,5 bulan lalu. Pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan dokumen lapangan juga dilakukan. Namun sejuh ini, kata dia, tidak ada indikasi korupsinya.

"Kalau nanti ada bukti baru akan ditindaklanjuti lagi." kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online