FORUM LINTAS IMAN : Pesan Damai dari Plaza Ngasem

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Senin, 24 Juli 2017 07:52 WIB
FORUM LINTAS IMAN : Pesan Damai dari Plaza Ngasem

Menyanyikan lagu Cinta dalam Damai sebagai ajakan menjaga persaudaraan

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah tokoh lintas iman berkumpul di Plaza Pasar Ngasem, Kecamatan Kraton, Jogja, Minggu (23/7/2017). Malam. Secara bersama-sama mereka menyanyikan lagu Cinta dalam Damai karya Yunan Helmi sebagai ajakan menjaga persaudaraan sesama bangsa Indonesia.

Di antara mereka adalah Muhammad Chirzin tokoh agama Islam, Romo Aloysius Budi Purnomo dari Keuskupan Agung Semarang, Indrianto dari Kristen, Bagus Kusuma dari Hindu, Totok dari Budha, dan Ki Demang dari Sunda Wiwitan.

Selain mereka, sekitar seratusan paduan suara dari berbagai agama dan kepercayaan juga turut mengiringi diatas panggung. Selain bernyanyi secara live, para tokoh lintas iman ini juga menyampaikan pesan damai melalui video rekaman yang ditampilkan lewat video berdurasi sekitar 10 menit.

"Indahnya perbedaan sebagai kekayaan Indonesia, saling percaya cinta tak memilih, damai dalam cinta. Perbedaan adalah kehendaknya,” demikian sepenggal lirik yang dinyanyikan tepat sekitar pukul 21.00 WIB tersebut.

Sebelum pesan damai disampaikan para tokoh lintas iman, sejumlah penampilan dari berbagai komunitas seni dan budaya turut memeriahkan acara bertajuk Bukan Aku, Tapi Indonesia sejak sore hari ini. Di antaranya adalah tarian jawa, tarian dari Nusa Tenggara Timur, Tari Dayak, Tari Papua, Jogja Voice United, dan tari Sufi dari Pesantren Al-Islah Semarang.

Tari Sufi yang dibawakan tiga orang santri ini berkolaborasi dengan lagi yang dibawakan Romo Budi. Romo Budi selaku inisator acara mengatakan acara tersebut merupakan rangkaian acara sejak Maret hingga Oktober mendatang yang digelar di berbagai daerah.

Pesan damai yang dikems dalam kegiatan seni dan budaya tersebut untuk membangun peradaban cinta kasih dan saling menghormti bagi Indonesia yang sejahtera. "Maju terus membangun persaudaraan dimana saja. Damai dalam cinta kita berbeda tapi bersaudara," kata Romo Budi.

Yunan yang juga sebagai pencipta lagu Cinta dalam Damai yang dinyanyikan tokoh lintas iman mengungkapkan bahwa toleransi bukan mengimani keyakinan orang lain, “Tapi memberikan hak sama kepada sesama umat dan sesama manusia mengimani apa yang dia percaya tanpa mengurangi keimanan diri sendiri,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online