PERTANIAN SLEMAN : Salak Bakal Diekspor ke Selandia Baru

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 27 Juli 2017 09:55 WIB
PERTANIAN SLEMAN : Salak Bakal Diekspor ke Selandia Baru

Proses pengemasan salak pondoh yang akan diekspor di gedung sortasi dan pengepakan salak organik, Dusun Trumpon, Merdikorejo, Tempel, Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)

Pertanian Sleman, petani salak akan ekspor ke Selandia Baru

Harianjogja.com, SLEMAN -- Selandia Baru mengucurkan dana sebesar Rp129 juta bantuan renovasi rumah kemas bagi petani salak Sleman. Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan ekpor salak jenis organik dan standar teregister.

Baca Juga : PERTANIAN SLEMAN : Ekspor Salak Masih Banyak Kendala, Apa Saja?

Maryono, Ketua Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada menjelaskan renovasi akan selesai dilakukan Agustus mendatang untuk kemudian dilanjutkan dengan pembahasan akan realisasi ekspor salak.

“Bisa jadi harapan baru bagi masyarakat petani salak Sleman, di tengah harga salak yang rendah ini,”ujarnya ketika dihubungi, Rabu (26/7/2017).

Ia menguraikan salak yang akan diekspor akan memiliki standarisasi serupa dengan negara lainnya meski ada jenis hama tertentu yang secara eksklusif dikendalikan. Dipilih juga salak dengan tingkat kematangan antara 60% hingga 70% dengan standar grade B. Ditambahkan jika salak jenis grades B ialah yang berukuran 14-15 biji untuk tiap kilogramnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online