WISATA SLEMAN : Ojek & Pemandu Kaliadem Bakal Ditata

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 27 Juli 2017 21:55 WIB
WISATA SLEMAN : Ojek & Pemandu Kaliadem Bakal Ditata

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Lava jeep tour bergantian menggunakan jalan dengan truk pengangkut material saat melintasi kawasan Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, Rabu (5/11). Empat tahun lalu 5 NOvember 2010 Gunung Merapi mengalami puncak letusan besar yang menelan ratusan korban jiwa. Sekitar 150 juta meter kubik material di keluarkan Merapi pada saat itu.

Wisata Sleman, pungli Kaliadem mendapat perhatian ORI DIY

Harianjogja.com, SLEMAN -- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY mendatangi Dinas Pariwisata berkaitan dengan polemik pungutan liar yang terjadi di wilayah objek wisata Kaliadem, Cangkringan. Diakui ada unsur pemaksaan terkait penarikan biata maupun nominal yang dilakukan kepada wisatawan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=837574">WISATA SLEMAN : ORI DIY Cek Pungli Kaliadem, Hasilnya?

Endah Sri Widiastuti, Sekretaris Dinas Pariwisata mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pemetaan masalah termasuk pengecekan lapangan bersama instansi terkait meski masih melakukan formulasi keputusan. Pemerintah desa setempat juga akan dilibatkan karena objek wisata itu dinilai bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia mengatakan jika warga setempat memang sudah melaksanakan wisata di daerah tersebut termasuk dengan harganya secara otodidak sejak 2011, paska-erupsi Merapi. Karena itu, memang diperlukan pembinaan terkait pemandu wisata yang sesuai standar. Fokus perbaikan akan dilakukan baik pada pelaksanaan ojek maupun pemandu wisata.

“Ojek dan pemandu tidak boleh dicampur sementara ternyata orangnya tidak berkompeten,”ujar dia, Rabu (26/7/2017)

Camat Cangkringan, Edi Harmana mengatakan terdapat dua pengelola ojek yang berbeda di daerah tersebut. Karena itu, penataan juga termasuk penggabungan penyedia jasa tranportasi tersebut. Berdasarkan pengamatannya, belakang ini sudah tidak ada lagi jasa ojek yang mangkal di daerah tersebut sejak masalah ini mencuat. Bahkan, sebagian besar wisatawan bisa terus naik ke Kaliadem menggunakan kendaraan pribadinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online