Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.)
Jaminan Kesehatan Nasional belum dapat mencapai target
Harianjogja.com, JOGJA -- Dengan jumlah warga miskin yang hanya sekitar 472.000 jiwa, kuota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk DIY tidak terpenuhi. Padahal, kuota untuk warga miskin di DIY sebesar 1,6 juta jiwa.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=838160"> JAMINAN KESEHATAN NASIONAL : Tak Capai Kuota, 597.000 Jiwa Belum Tercover
Penyebab belum maksimalnya capaian kuota itu, menurut Kepala Badan Pelaksana Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) DIY Siti Badriyah, disebabkan masih amburadulnya data warga miskin yang layak ditanggung oleh PBI JKN. Ia mengaku, di semua kabupaten/kota se-DIY masih banyak slot kosong yang belum terisi oleh nama warga miskin sebagai penerima jaminan.
Oleh karena itulah, untuk meminimalisasi dampak amburadulnya data itu, setiap bulan pihaknya mengintegrasikan data dengan pemerintah kabupaten/kota. Dengan begitu, ia berharap slot-slot kosong tersebut bisa terisi dengan nama yang memang layak mendapatkan jatah JKN.
Terkait hal itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Kesehatan Bapel Jamkesos DIY Agus Priyanto mengakui, dampak dari amburadulnya data itu memang meningkatnya pemohon penjaminan melalui mekanisme Jaminan Penyangga. Untuk tahun ini, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp26 miliar lebih dari total anggaran untuk pembiayaan klaim sebesar Rp56,5 miliar guna mengantisipasi pengajuan jaminan yang secara resmi sudah diterapkannya sejak 2016 itu.
Diakuinya, sejak awal 2017, jumlah pemohon Jaminan Penyangga memang terbilang cukup tinggi, sekitar 3.000-3.500 jiwa per bulan. Dari data yang dihimpun Harian Jogja, angka tertinggi ada di Maret lalu, yakni mencapai 3.931 jiwa.
Ia tak menampik, pasca ditutupnya akses Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di dua kabupaten, jumlah pemohon Jaminan Penyangga memang terus meningkat. Hal itu disebabkan banyak warga yang semula tertanggung oleh Jamkesda tak lagi memiliki kartu jaminan kesehatan.
Meski begitu, ia membantah keberadaan Jaminan Penyangga itu dianggap membebani anggaran daerah. Dibuktikannya, tahun 2016 silam, penyerapan anggaran pembiayaan klaim yang dilakukannya oleh pihaknya hanya sekitar Rp44 miliar dari total anggaran sebesar Rp54 miliar.
“Meski begitu, di sisa bulan yang ada di tahun ini, kami berupaya sebisa mungkin untuk menekan angka Jaminan Penyangga ini,” katanya, Jumat (28/7/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya