Drama Lima Gol di Craven Cottage, Chelsea Taklukkan Fulham 3-2
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.
Pendidikan Jogja, wacana dua rapor perlu dipertimbangkan
Harianjogja.com, JOGJA - Dewan Pendidikan DIY menilai wacana pemberian dua rapor bagi siswa akan membebani guru jika dua rapor itu harus diberikan secara fisik. Selama ini bentuk rapor di DIY sudah menganut dua versi yaitu kuantitatif dan kualitatif.
Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Buchory mengakui, kebijakan tersebut akan menambah beban para guru di sekolah karena harus membuat dua laporan fisik. Padahal selama ini guru sudah memiliki beban yang cukup banyak terkait tugas administratif yang menyita waktu, sehingga pelaksanaan mengajar menjadi kurang fokus.
"Ya, menambahi tugas administratif guru, yang selama ini sudah dirasakan cukup berat. Tetapi mungkin bisa dibantu tenaga kependidikan seperti tenaga administrasi lainnya," terang pria yang juga Wakil Ketua PGRI DIY ini, Rabu (2/8/2017).
Meski demikian, kebijakan itu ada sisi positifnya. Dengan pemberlakuakn dua rapor, sehingga siswa dimaksudkan tidak hanya belajar di bidang akademik saja, melainkan juga mengembangkan seluruh potensinya yang kelak bisa mendukung kesuksesan dalam karir. Karena siswa harus mengembangkan soft skill sehingga dapat berkembang ketrampilannya, seperti jiwa kewirausahaan, ketrampilan berkomunikasi dan jiwa kepemimpinannya.
"Sehingga menjadi terpacu nonakademiknya juga," kata dia.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan maupun sosialisasi dari Kemendikbud terkait wacana tersebut. Oleh karena itu, belum mengetahui secara detail, apakah akan menggunakan dua fisik rapor atau cukup satu saja.
"Sampai hari ini belum ada sosialisasi terkait kejelasan rencana dua rapor," ucap dia.
Namun sebagian besar sekolah di DIY bersamaan dengan penerapan kurikulum 2013 telah mengimplementasikan dua versi penilaian, baik menggunakan angka dan huruf serta memakai narasi atau deskrip kemampuan siswa.
"Jadi sebenarnya rapor dua itu ada yang namanya skor menggunakan huruf dan angka, tetapi ada yang bentuknya narasi sebetulnya sudah diisi. Mau dibuat dalam satu rapor ada skornya ada, kualitatif, kuantitatif. Sejak [kurikulum 2013] dilaksanakan, kami sudah dipakai," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.
Kabar duka: Ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Deddy ungkapkan ikhlas, "Hanya cinta yang lebih sedikit". Banjir doa dari ar
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.
Rupiah menguat ke Rp17.670 per dolar AS, mengikuti ringgit dan pasar Asia setelah harga minyak turun akibat perkembangan Selat Hormuz.
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.