41.107 Rumah Tangga di DIY Belum Menikmati Listrik

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Minggu, 06 Agustus 2017 04:20 WIB
41.107 Rumah Tangga di DIY Belum Menikmati Listrik

Ilustrasi layanan pegawai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). (JIBI/Solopos/Maulana Surya) Petugas PLN melakukan penggantian kabel listrik dan pemasangan alat pemutus jaringan di Jl. Adi Sucipto, tepatnya depan Stadion Manahan Solo, Selasa (21/1). Layanan rutin PLN tersebut untuk mengurangi daerah pemadaman listrik di Solo saat terjadi gangguan.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Edi Indrajaya menyatakan masalah keteraliran listrik erat kaitannya dengan masyarakat

 
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Edi Indrajaya menyatakan masalah keteraliran listrik erat kaitannya dengan masyarakat.

“Byar pet itu karena banyak pohon [yang menggangu jaringan listrik] terutama saat hujan. Butuh kerjasama masyarakat juga terutama yang di desa, kalau di kota sudah [aman],” tuturnya, Jumat (4/8/2017).

Saat ini, pemerintah DIY tengah berupaya untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100%. Berdasarkan data sampai akhir 2016, rasio elektrifikasi DIY sebesar 96,31%. “Sisanya, sebanyak 41.107 rumah tangga belum menikmati listrik dari total 1.113.770 rumah tangga di DIY,” katanya.

Dinas PUP ESDM menargetkan bisa mencapai rasio 100% maksimal 2019. Namun, tidak menutup kemungkinan dinas mencapai target lebih cepat mengingat sumber dana tidak hanya berasal dari Pemda DIY tetapi juga dari PLN dan swadaya masyarakat serta APBN.

Tahun ini Pemda DIY juga sudah menganggarkan pembangunan jaringan listrik dan pemasangan sambungan instalasi listrik rumahan. Tahun ini, dinas membangun jaringan listrik di 28 dusun dan sambungan di 3.360-an rumah. “Harapan kita bisa tambah lagi waktu anggaran perubahan,” katanya.

Dengan semakin giatnya penyaluran listrik ini, ia meminta kepada masyarakat untuk ikut menjaga keteraliran listrik dengan tidak memasang material yang mengganggu jaringan listrik. Jika melihat dari hasil penilitian Pusat Studi Energi UGM, ketahanan energi di DIY mencapai 0,6 dari skala 0-1.

Artinya, kata Edi, capaian itu cukup bagus. Hal tersebut menunjukkan bahwa kecukupan energi, kemudahan, serta  ketersediaan mendapatkan listrik di DIY baik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis