Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO BERSIHKAN AKSI VANDALISME -- Sejumlah petugas Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Yogyakarta membersihkan rambu-rambu lalulintas dari ulah vandalisme di jalan Suroto, Jogja, Senin (13/2). Ulah vandalisme yang merusak rambu lalulintas seperti corat-coret dengan cat semprot dan tempelan mengakibatkan rambu-rambu tidak terbacanya oleh pengguna jalan, kerusakan total satu buah rambu sedikitnya mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 800 ribu.
Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam memelihara perlengkapan jalan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam memelihara perlengkapan jalan. Kerusakan maupun permasalahan lainnya bisa dilaporkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo agar dapat ditindaklanjuti.
Kepala Seksi Pemeliharaan Perlengkapan Jalan Dishub Kulonprogo, Agus Wajatmo mengatakan, permasalahan yang bersangkutan dengan fasilitas atau perlengkapan jalan diantaranya kerusakan atau vandalisme pada rambu lalu lintas.
“Upaya perbaikan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi rambu lalu lintas yang ada,” kata Agus, Jumat (4/8/2017).
Agus lalu memaparkan, Dishub Kulonprogo melakukan perbaikan terhadap rambu lalu lintas setelah mendapatkan laporan dari masyarakat pada beberapa waktu lalu. Kegiatan itu menyasar dua lokasi di wilayah Wates, yaitu ruas Jalan Sutijab dan Jalan Nakula.
Rambu tentang larangan masuk bagi mobil penumpang umum di Jalan Sutijab diketahui roboh sehingga perlu pengelasan dan pengecoran pada tiang rambu tersebut. Pengelasan pada tiang pun dilakukan terhadap rambu petunjuk nama jalan di Jalan Nakula yang juga roboh.
Rambu lalu lintas dipasang untuk memberikan peringatan, larangan, perintah, maupun petunjuk bagi pengguna jalan. Keberadaannya diharapkan mampu mencegah kecelakaan lalu lintas hingga mengurai kemacetan.
Namun, perlengkapan jalan itu sering rusak karena kecelakaan atau faktor alam. Banyak juga rambu yang tidak bisa berfungsi maksimal karena tertutup reklame atau menjadi korban vandalisme, seperti dicoret-coret dengan cat semprot.
Menurut Agus, kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga rambu-rambu lalu lintas cenderung masih kurang. Sebagian kalangan malah melihat rambu sebagai benda yang memiliki nilai ekonomis, mengingat material utama yang dipakai berupa alumunium.
Oknum tidak bertanggungjawab menjadi tertarik untuk sengaja melepas atau mengambil sehingga banyak rambu lalu lintas yang dilaporkan hilang setiap tahun.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono mengatakan, rambu-rambu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Dia berharap pemerintah meningkatkan upaya pengawasan dan penjagaan untuk menekan jumlah kasus rambu hilang atau rusak.
“Perlu ada komunikasi juga dengan masyarakat, terutama yang ada di sekitar rambu. Harapannya mereka bisa membantu menjaga,” ujar Ponimin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.