JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates Herlin Sulismiyarti menjadi pemateri dalam program Pajak Bertutur di SD Negeri 1 Nanggulan, Kulonprogo, Jumat (11/8/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pajak Kulonprogo memberikan edukasi kepada warga sejak dini.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates melaksanakan program Pajak Bertutur bagi ratusan pelajar di Kulonprogo, Jumat (11/8/2017). Program inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan itu juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Kepala KPP Pratama Wates Herlin Sulismiyarti mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan RI berusaha menjadikan kesadaran pajak sebagai salah satu nilai budaya bangsa yang terus ditanamkan dari generasi ke generasi melalui inklusi kesadaran pajak. Ditjen Pajak bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI untuk menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik melalui materi yang diintegrasi dalam kurikulum dan proses pembelajaran.
Patur merupakan bagian dari program inklusi kesadaran pajak. Sasarannya adalah pesera didik mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi. Mereka diberikan pemahaman tentang pajak sebagai pilar utama pembangunan negeri.
Khusus wilayah Kulonprogo, KPP Pratama Wates melaksanakan Patur di SD Negeri Semaken Kalibawang, SD Negeri 1 Nanggulan, SMP Negeri 1 Temon, SMP Negeri 1 Samigaluh, dan SMA Negeri 1 Wates. "Kami memberikan edukasi kepada murid tentang perlunya pajak untuk membangun menegi karena nantinya mereka juga akan berkontribusi saat sudah dewasa," kata Herlin usai pelaksanaan Patur di SD Negeri 1 Nanggulan, Jumat (11/8/2017).
Herlin lalu mengungkapkan kesadaran pajak masyarakat di Kulonprogo sebenarnya relatif sudah baik. Selalu ada wajib pajak baru setiap tahun. Meski begitu, bukan berarti edukasi sejak dini tetap dibutuhkan agar kesadaran pajak terus meningkat.
"Mereka [anak-anak] yang akan jadi pembayar pajak di masa depan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Nanggulan, Sugeng mengatakan, ada 63 anak yang dilibatkan dalam kegiatan Patur. Menurutnya, anak-anak sangat antusias dalam menyimak materi yang diberikan. Anak-anak bahkan berebut menjawab pertanyaan dari pemateri sebagai bukti kalau mereka paham dengan apa yang disampaikan.
"Harapannya akan-anak sadar bahwa sebagai warga negara yang baik itu punya kewajiban membayar pajak demi kepentingan bangsa dan negara," ungkap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.