Teguh Rahmat Prihatno Jabat Ketua DPD AELI DIY Periode 2026-2029
AELI DIY menetapkan Teguh Rahmat Prihatno sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah AELI DIY periode 2026–2029.
Koreografer, Eko Supriyanto, memperagakan silat saat mengisi seminar sehari kajian silat bertema Silat Seni, Seni Silat di Universitas Sanata Dharma, Mrican, Jogja, Selasa (15/8/2017). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Harianjogja.com, SLEMAN—Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Pencak Malioboro Festival di tahun ini. Tak hanya menyuguhkan aksi pencak silat, panitia penyelenggara menggelar seminar sehari di Universitas Sanata Dharma (USD).
Di universitas yang kerap disebut Sadhar itu, seminar digelar di Ruang Koenjono, Mrican, Selasa (15/8/2017). Menghadirkan Eko Supriyanto (Eko Pece), Garin Nugroho, GJ Nawi, Emri Rangkayo dan Wendy HS, seminar yang dimoderatori Yustina Devi Ardhiani ini mengambil tema Silat Seni, Seni Silat.
Whani Darmawan dari Whanidproject, sebagai koordinator acara, menuturkan seminar jadi langkah awal untuk mengembangkan silat melalui wacana agar silat bisa ditransformasikan dalam berbagai bidang. "Para pembicara kali ini dipilih dari para tokoh yang kompeten di bidangnya masing-masing," ujarnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa.
Eko Pece melihat silat dan tari punya dasar pijakan kreatif, yakni gerak tubuh. Penari, koreografer sekaligus pesilat ini menyoroti perbedaan silat dengan tari, mengenai transformasi dari silat ke tari atau sebaliknya.
Garin menilai film bisa menjadi sarana untuk memopulerkan silat, mendasarkan pada film-film laga yang menyuguhkan aksi silat. Sebut saja di awal abad 20 ada film yang mengambil judul dari kisah-kisah silat Tiongkok dalam bahasa melayu pasar hingga lahirnya film Si Tjonat (1926) maupun Harimau Tapanuli, Panji Tengkorak hingga The Raid.
Emro Rangkayono menyebutkan silat sebagai bela diri konon satu setel dengan pendidikan karakter dan adat istiadat. Karena itu, diharapkan muncul watak yang santun, jujur, berani karena benar dan pantang mundur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AELI DIY menetapkan Teguh Rahmat Prihatno sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah AELI DIY periode 2026–2029.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.