TRENDING SOSMED : Hoax Garam Campur Kaca Tak Pengaruhi Harga Jual Garam

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Sabtu, 19 Agustus 2017 14:20 WIB
TRENDING SOSMED : Hoax Garam Campur Kaca Tak Pengaruhi Harga Jual Garam

Parmiyatun, salah satu pedagang menunjukkan garam dagangannya pada petugas di Pasar Sleman Unit II, Jumat (18/8/2017). Isu bohong garam bercampur serpihan kaca dipastikan tak mengganggu penjualan meski harga komoditas ini belum juga kembali normal. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Trending sosmed mengenai isu garam campur kaca tak terbukti

Harianjogja.com, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan isu beredarnya garam bercampur kristal tidak terbukti. Hal ini berdasarkan pemantauan dari enam pasar besar di wilayah Sleman antara lain Pasar Sleman, Tempel, Pakem, Gamping, Godean, dan Prambanan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=844034">TRENDING SOSMED : Lega, Garam Bercampur Kaca Cuma Hoax
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Tri Endah Yitnani menyampaikan isu ini juga dinyatakan tidak mengganggu pembelian maupun pasokan garam di Sleman. Sebagian besar garam yang masuk dan diperdagangan didapat dari Pati, Jawa Tengah. Selain itu, Pemkab Sleman juga mencatat penurunan harga garam meski tidak banyak. Penurunan hanya berkisar Rp50 sampai Rp100 per bungkus. Sebelumnya, harga garam semapt melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp4.000 per kemasan.

Ketika dikonfirmasi, Parmiyatun, salah satu pedagang di pasar tersebut mengatakan belum ada konsumennya yang bertanya mengenai isu tersebut. “Penjualan tetap sama, [pembeli] belum ada yang tanya juga,” terangnya.

Meski demikian, ia mengaku memang masih mengurangi stok karena harganya yang dinilai masih mahal meskipun penjualannya juga relatif stabil.

Asfiyah, pedagang di sudut pasar yang berbeda mengatakan sempat menerima pesan berantai soal garam campuran itu di ponselnya. Namun, ia mengaku tak terpengaruh karena sudah banyak kabar bohong yang sering diterimanya. “Saya sih tenang tidak terpengaruh, bohong itu,” katanya singkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online