PEMKAB BANTUL : Minim, Bantul Mulai Genjot Inovasi

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Jum'at, 25 Agustus 2017 20:20 WIB
PEMKAB BANTUL : Minim, Bantul Mulai Genjot Inovasi

Antrian yang panjang dikeluhkan 90% masyarakat yang memanfaatkan jasa uji kendaraan bermotor di PKB, Jumat (2/6/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)

Pemkab Bantul terus meningkatkan kualitas pelayanan

Harianjogja.com, BANTUL -- Sering dikritik kurang inovasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai menggenjot inovasi di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski baru berupa proposal, tahun ini total ada 244 rencana inovasi pelayanan publik. Salah satunya inovasi sistem pendaftaran online pengujian kendaraan bermotor (Si Pentol Pun Kendor) di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Bantul.

Kepala Seksi PKB Dishub Bantul, Yohanes Ariyanto mengatakan inovasi ini diciptakan menilik kapasitas wajib uji yang semakin banyak. Apalagi jika wacana wajib KIR bagi taksi berbasis daring jadi diberlakukan. Ia menyebut dengan inovasi ini, uji PKB yang selama ini maksimal berlangsung selama 40 menit dapat diperpendek jadi 20 menit.

"Sekarang baru perencanaan, rencananya Oktober sudah mulai diberlakukan. Anggaran sekitar Rp50 juta," ucapnya pada Kamis (24/8/2017).

Namun menurut Yohanes, inovasi ini pun masih terbatas pada sistem pendaftaran saja. Sedangkan sistem uji KIR, alat uji dan sistem pembayaran belum dilakukan secara daring. "Sedikit-sedikit tapi tiap tahun harus ada peningkatan," ujarnya. Rencananya anggaran untuk inovasi ini akan menggunakan APBD Perubahan 2017 dan disempurnakan dengan APBD 2018.

Minimnya inovasi publik di Bantul pernah disampaikan oleh Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik KemenPAN RB, Muhammad Imanuddin beberapa waktu yang lalu. Ia mengatakan inovasi memiliki kaitan erat dengan kepemimpinan. Daerah yang bagus inovasinya, menurutnya biasanya dimulai dengan komitmen pemimpinnya yang kuat. "Maksud saya bukan kepemimpinan Bantul yang kurang kuat, jangan. Itu saya melihatnya secara general seluruh Indonesia, bahwa kepemimpinan itu sangat menentukan dalam inovasi," ucapnya.

Imanuddin menambahkan inovasi tumbuh dari bawah dan harus didukung oleh pimpinan sehingga tidak hanya sekedar ide dan gagasan namun bisa bermanfaat dan bekelanjutan, serta dapat memberikan dampak yang luas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online