PASAR TRADISIONAL JOGJA : Banyak Kios Diperjualbelikan, Ada yang Mencapai Rp500 juta

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 29 Agustus 2017 22:55 WIB
PASAR TRADISIONAL JOGJA : Banyak Kios Diperjualbelikan, Ada yang Mencapai Rp500 juta

Ilustrasi aktivitas pasar sayur-mayur (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Pasar tradisional Jogja, jual beli kios masih marak dilakukan

Harianjogja.com, JOGJA -- Banyak kios di pasar tradisional Kota Jogja yang diperjual belikan di bawah tangan. Pemerintah Kota Jogja harus menindak tegas jual beli kios, karena berotensi adanya dominasi kepemilikan kios oleh segelintir orang.

Komisioner Lembaga Ombudsman (LO) DIY, Imam Santoso mengatakan praktek jual beli kios di pasar tradisional sudah lama terjadi, tetapi ada pembiaran. Ia mencontohkan di Pasar Giwangan ada satu orang memiliki tujuh kios, padahal batasan kepemilikan maksimal tiga kios atau 16 meter persegi dari los.

"Kalau praktek ini dibiarkan maka kedepan kepemilikan kios hanya segelintir orang," kata Imam dalam diskusi tentang 'Pasar Tradisional dan Pernak-perniknya' di kantor LO DIY di Jalan Tentara Pelajar, Selasa (29/8/2017).

Imam mengatakan hasil penelusuran tim lembaganya di Pasar Giwangan, praktek jual beli kios juga melibatkan makelar. Parahnya, kata dia, pembeli kios tidak semata-mata digunakan untuk diri sendiri, melainkan disewakan kembali. Bahkan ada yang hanya sebagai investasi.

Untuk menelusiri jual beli kios di sejumlah pasar tradisional sangat mudah ditemukan di situs-situs jual beli online. Misalnya satu unit kios berukuran 2x2 meter di Pasar Bringhajo ditawarkan Rp500 juta, tipe yang sama di Pasar Klitikan ditawarkan Rp250 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online