BANDARA KULONPROGO : Tuntut Tali Asih, Penggarap PAG Kembali Hentikan Land Clearing

Rima Sekarani
Rima Sekarani Rabu, 30 Agustus 2017 08:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Tuntut Tali Asih, Penggarap PAG Kembali Hentikan Land Clearing

Warga penggarap Pakualaman Grond (PAG) kembali berusaha menghentikan kegiatan land clearing terhadap kawasan tambak udang yang berada di lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Temon, Kulonprogo, Selasa (29/8/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo, penggarap PAG tuntut tali asih

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Warga penggarap Pakualaman Grond (PAG) kembali berusaha menghentikan kegiatan land clearing terhadap kawasan tambak udang yang berada di lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Selasa (29/8/2017). Warga menyatakan akan tetap melakukan aksi serupa sampai ada kejelasan mengenai pemberian tali asih dari Puro Pakualaman.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/08/28/bandara-kulonprogo-warga-penggarap-pag-hentikan-paksa-alat-berat-di-lahan-tambak-udang-846759">BANDARA KULONPROGO : Warga Penggarap PAG Hentikan Paksa Alat Berat di Lahan Tambak Udang

Aksi warga penggarap PAG kali ini berlangsung di perbatasan Desa Glagah dan Palihan, Temon. Mereka mendatangi sejumlah alat berat yang sudah disiagakan untuk meratakan tambak udang. Warga kembali meminta para operator alat berat tidak menyalakan mesinnya. Bahkan, ada yang sempat nekat duduk di dalam bucket backhoe.

Namun, tim pengamanan dari Polres Kulonprogo berhasil mengendalikan situasi sehingga kembali kondusif. Langkah pendekatan persuasif yang diambil aparat membuahkan hasil. Para warga bersedia meninggalkan lokasi proyek tanpa dipaksa. Kegiatan land clearing pun akhirnya bisa dimulai pada menjelang tengah hari.

Meski begitu, aksi warga penggarap hari itu masih berlanjut. Mereka menemui Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo di kantornya.

"Bupati menanggapi keluh kesah kami. Bupati mau sowan ke Pakualaman untuk masalah hitam di atas putih soal kepastian [pemberian tali asih] berapa dan kapannya," kata perwakilan warga, Bayu Putro.

Bayu lalu mengungkapkan, warga tetap bakal melakukan aksi seperti dua hari belakangan selama belum ada kepastian yang tertuang dalam pernyataan tertulis dari Puro Pakualaman.

"Nanti kita lihat. Sebelum ada hitam di atas putih, tiap pagi kita tetap jaga backhoe dan eskavator," ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online