Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir dalam acara Kenduri Rakyat di Pasar Beringharjo Jogja, dalam rangka untuk memperingati lima tahun pengesahan Undang Undang Keistimewaan (UUK) DIY, Kamis (31/8/2017).
Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir dalam acara Kenduri Rakyat di Pasar Beringharjo Jogja, dalam rangka untuk memperingati lima tahun pengesahan Undang Undang Keistimewaan (UUK) DIY, Kamis (31/8/2017).
Kenduri Rakyat kali ini diambil dengan temanya ‘‘Meneguhkan Keistimewaan DIY Untuk Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat’, dalam acara tersebut Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga membuka dialog langsung bersama pedagang-pedagang pasar Beringharjo yang ikut hadir pada acaranya.
Acara telah dimulai jam 10 pagi dengan tampilan tarian, macapat, dan keroncong. Semua pedagang pasar terlihat mengenakan busana adat Jawa. Acara tersebut juga dihiburkan dengan duet pelawak senior Jogja yakni Marwoto Kawer dan Yati Pesek sebagai pembawa acaranya.
Menurut Sultan, Jogja mempunyai motto Istimewa untuk DIY itu bukan karena nama daerahnya, yang dimaksudkan istimewa itu adalah sifat masyarakatnya. "Yang dimaksud Jogja istimewa itu karena bisa dikatakan ter-. Ya mesti terbaik, terbersih, terjujur, dan lainnya," ucap Sultan dalam sambutan acara Kenduri Rakyat.
Sultan mengatakan integritas menjadi nomor satu bagi masyarakat Jogja, semangat menjaga keistimewaan DIY juga harus dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Karena kita mendeklarasikan Jogja Istimewa. Degan semangat menjaga keistimewaan DIY, dengan kebersamaan bukan individu, Semoga saja dengan peringatan disahkannya UUK ke-lima ini, kita punya kesempatan intropeksi. Lebih manfaat untuk seluruh warga masyarakat Jogja yang tidak hanya aman dan nyaman tapi sejahtera maju dan juga peradaban tinggi," katanya.
Sementara itu, Widihasto Wasana Putra, penggagas acara Kenduri Rakyat kali ini mengatakan bahwa, ada dua urgensi acara peringatan Kenduri Rakyat ini. "Acara ini sebagai bentuk rasa syukur mengingat UUK DIY merupakan buah perjuangan panjang masyarakat Yogyakarta, taruhlah sejak tahun 1998 hingga 2012. Kedua sebagai momentum bagi semua pemangku kebijakan untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas capaian dan hasil dari implementasi program-program keistimewaan DIY,” jelas Widihasto, di sela-sela acara Kenduri Rakyat Pasar Beringharjo.
Ia menambahkan kehadiran Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke pasar Beringharjo juga menjadi peristiwa yang menandai sejumlah makna penting,
"Kehadiran Sri Sultan HB X menjadi sangat bangga bagi pedagang pasarnya, sebagai ‘Manunggaling Kawula lan Gusti’ yakni nyawiji atau bersatunya Raja [pemimpin] dengan kawula [rakyat]. Kedua bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan ekonomi kerakyatan sebagai manifestasi visi ‘Among Tani Dagang Layar’," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Timnas Indonesia U-15 menyingkirkan Moldova lewat adu penalti 9-8 setelah bermain imbang 3-3 dan melaju ke 16 besar Tier C.
Toprak Razgatlioglu menjalani operasi bahu setelah kecelakaan di Mandalika. Pebalap Yamaha itu harus mengakhiri musim debut MotoGP 2026 lebih cepat.
Mercedes-Benz memastikan pengembangan Baby G-Class terus berjalan. SUV off-road kompak ini diproyeksikan hadir dengan pilihan listrik dan hybrid.
Lazio memimpin klasemen Serie A setelah menang 6-2 atas Sassuolo. AS Roma bertahan di posisi ketiga, sedangkan Como naik ke peringkat keempat.
Pemkab Kulon Progo menambah alokasi lebih dari 700 tangki air bersih melalui APBD Perubahan 2026 untuk membantu warga terdampak kekeringan.