GUNUNG MERAPI : EDM Berubah Posisi Gara-Gara Pendaki Bukan Kasus Pertama

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Sabtu, 02 September 2017 08:18 WIB
GUNUNG MERAPI : EDM Berubah Posisi Gara-Gara Pendaki Bukan Kasus Pertama

Pengunjung berfoto dengan latar Gunung Merapi. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)

Gunung Merapi tak dapat diamati secara maksimal

Harianjogja.com, JOGJA -- Seorang pendaki yang tidak diketahui identitasnya berulah dengan memanjat tower pemantauan milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kamis (31/8/2017). Akibat tindakan tersebut, reflector Electronic Distance Measurement (EDM) berubah posisi.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/09/01/gunung-merapi-pendaki-usil-kembali-berulah-pengamatan-terganggu-847891">GUNUNG MERAPI : Pendaki Usil Kembali Berulah, Pengamatan Terganggu

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), I Gusti Made Agung menjelaskan reflector EDM adalah alat yang digunakan untuk pemantauan deformasi atau perubahan bentuk dan posisi suatu objek dalam jangka waktu tertentu. Menurutnya, alat ini digunakan setiap hari untuk mengukur jarak dari lereng hingga puncak Gunung Merapi sehingga bisa diketahui perubahan jarak yang terjadi.

Dia menambahkan saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan untuk memperbaiki posisi reflector agar bisa segera digunakan.

“Kami punya 12 reflector yang mengukur dari berbagai arah. Saya kurang jelas yang berubah posisi yang mana,” sambungnya.

I Gusti Made Agung menyayangkan kejadian tersebut karena itu bukan kasus pertama. Dia menyampaikan, sebelumnya sudah pernah terjadi hal yang sama. Padahal, imbuhnya, sudah ada larangan bagi para pendaki untuk tidak naik hingga puncak, apalagi sampai tower pemantauan.
Tapi sayang masih saja ada oknum yang nakal. I Gusti Made Agung menghimbau kepada para pendaki agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari karena semua alat milik BPPTKG adalah bagian dari sistem mitigasi bencana.

Lebih jauh dia menerangkan, pihaknya hanya bisa menghimbau kepada masyarakat agar turut serta menjaga karena alat-alat milik BPPTKG memang tidak dijaga sama sekali oleh petugas.

“Antisipasi yang bisa kami lakukan hanya menghimbau saja,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online