JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Seorang warga bernama Jemingan mengasah pisau-pisaunya di halaman rumahnya, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Rabu (30/8/2017). Wilayah tersebut dikenal sebagai kampung jagal karena ada banyaknya yang punya pekerjaan sampingan sebagai tenaga penyembelih sapi pada setiap perayaan hari raya Iduladha. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Iduladha 2017, Desa Sukoreno dikenal sebagai kampung penjagal
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Desa Sukoreno dikenal sebagai kampung jagal di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Setiap perayaan hari raya Iduladha, warga setempat memiliki pekerjaan musiman menjadi tenaga penyembelih sapi.
Sejak sekitar tahun 1980, sejumlah warga Sukoreno mempunyai pekerjaan sampingan sebagai tukang jagal. Hal itu tidak lepas dari adanya usaha penjualan sapi yang dijalankan salah satu keluarga di desa setempat. Juragan sapi tersebut ternyata sengaja menyediakan tukang jagal sebagai fasilitas khusus bagi para pembeli.
“Awalnya ada pembeli yang minta tenaga penyembelih. Saat itu baaru ada 10 orang tapi lalu menjadi semakin bertambah seiring banyaknya permintaan,” kata Olah Suparlan, pengusaha sapi di Sukoreno, Rabu (30/8/2017) kemarin.
Jumlah tukang jagal di Sukoreno saat ini mencapai sekitar 100 orang dan tersebar di delapan dusun. Tiga hari sebelum Iduladha, biasanya Olan akan mengumpulkan mereka untuk pembagian kelompok. Satu kelompok minimal terdiri dari dua orang, tergantung jumlah sapi yang disembelih. Mereka juga diberikan pengarahan dan pelatihan mengenai tata cara penyembelihan,
Mereka kemudian diantar dari Sukoreno ke masing-masing lokasi penugasan pada hari penyembelihan dan akan dijemput kembali jika sudah selesai. Olah mengungkapkan, wilayah yang mendapat fasilitas khusus itu diakui terbatas ke sekitar Kulonprogo, Jogja, Sleman, dan Bantul. “Kalau terlalu jauh, takutnya nanti malah kesiangan,” ujar Olan.
Olan lalu mengatakan, pihaknya memberikan tenaga penyembelih sekaligus pengulitan secara gratis untuk setiap konsumen yang membeli dua ekor sapi atau lebih. Mereka sudah mendapatkan upah sendiri dari Olah. “Tapi banyak juga panitia kurban yang memberi kulit dan beberapa kilogram daging sapi sebagai upah tambahan untuk jagal,” ucap dia.
Seorang tukang jagal bernama Jemingan mengaku sudah melakoni pekerjaan itu selama lima tahun. Awalnya, dia hanya membantu teman tapi lama-lama jadi berani menyembelih sendiri. Sekali bertugas, Jemingan kini bisa menyembelih hingga 5 ekor sapi dan 20 ekor kambing.
Berbagai persiapan dia lakukan sebelum berangkat ke tempat penyembelihan, seperti mengasah pisau dan menyiapkan tali. Dia juga memastikan tubuhnya sehat dan bugar agar kuat menghadapi sapi. “Dukanya paling kalau ada sapi yang nakal atau talinya putus. Kadang harus berusaha menangkap dulu sebelum menyembelih,” ungkap Jemingan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.