Iduladha Diwarnai Kelangkaan Gas Melon

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Senin, 04 September 2017 08:20 WIB
Iduladha Diwarnai Kelangkaan Gas Melon

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga Jetis mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram dalam operasi pasar yang diselenggarakan oleh Pertamina di Kantor Kecamatan Jetis, Yogyakarta, Rabu (27/05/2015). Kelangkaan gas elpiji 3 Kg telah dirasakan warga sejak awal bulan, sebagia warga mengeluhkan ulah beberapa pangkalan yang menjual gas jauh dari harga eceran tertinggi. Dalam operasi pasar warga hanya diperbolehkan maksimal membeli dua tabung gas 3 Kg yang dijual dengan harga Rp 15.500 per tabung. Diharapka

Sejumlah warga di Kecamatan Dlingo sempat kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon

 

Harianjogja.com, BANTUL --Sejumlah warga di Kecamatan Dlingo sempat kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon sejak beberapa hari sebelum Iduladha. Stok di warung-warung terbatas, dan jika ada, harganya cukup tinggi hingga mencapai Rp25.000 per tabung.

Salah seorang warga Dusun Pokoh 2, Dlingo Yudiandi mengatakan satu hari menjelang Iduladha stok gas di warung-warung sekitar rumahnya habis. Alhasil ia harus mencari gas hingga ke Playen Gunungkidul. Menurut penjelasan pemilik warung, stok gas telah habis menjelang Iduladha. "Mereka [warung] kulakan gas ke Imogiri atau Pleret, kalau tidak ke Playen," ucapnya pada Minggu (3/9/2017).

Yudiandi menambahkan meskipun ada, harga gas di warung sekitar tempat tinggalnya cukup tinggi. Empat warung yang biasa menyediakan gas melon mematok harga mulai Rp24.5000 hingga Rp25.000 per tabung.

Baginya harga yang hampir dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) itu cukup memberatkan. Untuk mendapatkan gas dengan harga sesuai HET sebesar Rp15.500 per tabung, ia terpaksa membeli gas di pangkalan daerah Playen atau Imogiri. "Pangkalan masih Rp15.500, sekali beli bawa dua tabung," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Distribusi Perdagangan Disdag Bantul, Yus Warseno mengaku sempat mendapat laporan kelangkaan gas melon dari wilayah Kecamatan Sanden. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan sidak ke enam pangkalan di wilayah tersebut, namun hasilnya masih aman.

Apalagi menurutnya tidak ada penambahan stok gas melon selama Idul Adha. Sesuai kesepakatan dengan Pertamina, Yus memastikan stok di Bantul masih normal sekitar 22.000 tabung per hari.

Penambahan kuota menurutnya tidak akan dilakukan jika stok gas masih mencukupi. Meskipun demikian, Yus memastikan akan melakukan pengecekan lapangan pada Senin (4/9/2017) jika masih ada laporan kelangkaan yang masuk. "Kalau tidak ada, kuota gasnya tetap tidak ditambah," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online