Para siswa ekskul Jurnalistik dan Broadcast SMA Muhammadiyah I Jogja mengikuti pelatihan Jurnalistik Harian Jogja di Perpustakaan SMA Muhammadiyah I Jogja, Rabu (11/5/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
SMA Muhammadiyah 1 Jogja berusaha menanamkan nilai-nilai keberagamaan pada generasi muda
Harianjogja.com, JOGJA-SMA Muhammadiyah 1 Jogja berusaha menanamkan nilai-nilai keberagamaan pada generasi muda dengan cara menggelar Moehi National Competition 2017. Lewat pertemuan dengan peserta lain yang berasal dari latar belakang yang berbeda, harapannya toleransi di jiwa pemuda dan pemudi Indonesia semakin kuat.
Ketua Panitia Moehi National Competition (Monaco) 2017, Sulthan Fauzan mengungkapkan tahun ini tema yang diangkat adalah Revive the Glory (menghidupkan kembali kejayaan). Tema tersebut, ujarnya, sengaja dipilih sebagai kelanjutan dari tema tahun sebelumnya.
“Tahun lalu temanya adalah menyatukan berbagai keragaman daerah di satu titik, yaitu SMA Muhammadiyah 1. Dan tahun ini kami ingin memulihkan kembali kejayaan tersebut,” jelasnya ketika ditemui di SMA Muhammadiyah 1 Jogja, Jalan Gotongroyong II, Senin (4/9/2017).
Ia menerangkan, Monaco sudah digelar sebanyak dua kali dan berisi rangkaian kegiatan berupa lomba-lomba. Menurutnya, tahun ini ada 19 cabang yang dilombakan, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 14 cabang. Cabang yang dilombakan, contohnya, adalah debat Bahasa Inggris, Olimpiade IPA, Cerdas Cermat Islam, Band dan Film Pendek.
Pesertanya adalah siswa SMA dan SMP dari berbagai daerah di Indonesia seperti Semarang, Sidoarjo, Pekanbaru, dan Sragen. Menurut Shultan, ketika para peserta yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda bertemu, maka akan terjadi komunikasi sehingga setiap orang menjadi lebih paham tentang budaya masing-masing daerah.
“Selain untuk mengembangkan potensi siswa, hal yang ingin kami capai adalah menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia. Selama ini belum ada lomba yang digelar anak SMA di DIY yang bertaraf nasional. Ketika dari berbagai daerah berkumpul, rasanya menjadi sesuatu yang unik,” ujar siswa kelas XII ini.
Monaco 2017 berlangsung selama dua hari dengan jumlah peserta mencapai 621 orang. Total hadiah yang diperebutkan adalah Rp75 juta. Kegiataan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammdiayah 1 Jogja.
Pembina Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammdiayah 1 Jogja, Syadah Khusniawati mengatakan Monaco adalah wadah yang tepat untuk menyalurkan energi remaja yang biasanya melimpah ruah. Ia mengatakan para guru hanya memberikan saran dan masukan tanpa terlibat langsung di lapangan.
Ia berharap Monaco tahun depan bisa lebih banyak mendatangkan peserta dari berbagai daerah di Indonseia. Hal tersebut penting, karena semakin banyak peserta, maka peserta akan punya kesempatan lebih banyak untuk bertemu dengan orang yang berasal dari latar belakang berbeda.
”Supaya mereka bisa jadi pribadi yang lebih toleran karena peserta Monaco tidak hanya dari sekolah Islam saja,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: