Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Keistimewaan DIY mendapat banyak evaluasi
Harianjogja.com, JOGJA -- Sejak lima tahun ditetapkan, status keistimewaan pada DIY mendapatkan banyak evaluasi. Kali ini giliran Paguyuban Dukuh se-DIY Semar Sembogo.
Bertempat di Hotel Ros-In, Rabu (13/9/2017), mereka menggelar audiensi dengan pihak Parampara Praja DIY. Mereka menyampaikan sejumlah usulan kepada Parampara Praja agar nantinya disampaikan kepada Gubernur DIY.
Ditemui usai audiensi, Ketua Semar Sembogo Sukiman menjelaskan selama ini pihaknya merasa kurang dilibatkan, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi terkait Danais tersebut. Padahal, dalam struktur pemerintahan, Kepala Dukuh menjadi elemen penting untuk membantu kerja pemerintahan desa. Bahkan ia sempat menegaskan bahwa pemerintah saat ini telah mengabaikan peran dan keberadaan para Kepala Dukuh.
Ia menjelaskan melalui Danais itu seharusnya bisa menjadi modal penting untuk membangun kembali kebudayaan di tingkat masyarakat. Memang, jika dikaitkan dengan salah satu urusan keistimewaan, kebudayaan yang dimaksudkannya adalah terkait dengan pembangunan kembali kebudayaan gotong royong masyarakat.
“Baik itu pembangunan di tingkat padukuhan sekaligus pembiayaannya bagi desa dan padukuhan tersebut,” katanya.
Hal itu lantas dibenarkan pula oleh Anjar Gunantoro, salah satu pengurus Semar Sembogo Gunungkidul. Ia mempertanyakan penggunaan mayoritas Danais yang diarahkan ke sektor tata ruang dan infrastruktur.
“Bukankah akan lebih baik jika uang sebanyak itu dialihkan ke program-program yang lebih bersifat kemasyarakatan,” tegasnya.
Ia berharap, dengan lebih dilibatkannya Pemdes dan Pedukuhan dalam perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, Danais nantinya bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Diakuinya, keterlibatan pedukuhan ini sebelumnya pernah dirasakan oleh masyarakat. Sebut saja misalnya melalui kegiatan yang disebut dengan Rembug Padukuhan.
“Tapi kenapa sekarang justru itu tidak ada lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal SIM keliling Jogja 29 Mei 2026 di Berbah. Cek lokasi, syarat lengkap, dan tips perpanjang SIM tanpa antre.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Mei 2026 lengkap dari Jogja ke bandara dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jadwal terbaru KA Prameks Jogja–Kutoarjo saat libur Iduladha 2026. Simak penambahan perjalanan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap. Cek lokasi, syarat, dan tips agar tidak kehabisan antrean.
Cuaca Jogja Jumat 29 Mei 2026 diprediksi cerah di semua wilayah. Simak rincian suhu, kelembapan, dan potensi hujan ringan.