PERTANIAN BANTUL : Masih Ada 750 Bidang Lahan Aman Alih Fungsi

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Jum'at, 15 September 2017 07:20 WIB
PERTANIAN BANTUL : Masih Ada 750 Bidang Lahan Aman Alih Fungsi

Wahyu Sulistiyawan/JIBI/Bisnis Indonesia

Pertanian Bantul, ratusan lahan diikutkan program sertifikasi

Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul mengklaim 750 bidang lahan aman alih fungsi hingga 10 tahun ke depan. Pasalnya ratusan bidang lahan tersebut telah diikutkan program sertifikasi lahan pertanian dengan konsekuensi petani tidak boleh mengalihfungsikan lahan pertaniannya selama 10 tahun ke depan.

Kepala Diperpautkan Bantul, Pulung Haryadi menyebut program sertifikasi lahan pertanian ini sudah berjalan sejak 2015 yang lalu. Setiap tahun Diperpautkan mensertifikasi lahan pertanian dengan luasan cukup bervariatif. Ia menyebut, luasan bidang tanah petani berkisar antara 1000 hingga 2000 meter persegi. Selama 2017 ini, Pulung mengaku sudah menyerahkan 300 sertifikat lahan.

"Sebagian besar sertifikat lahan tembakau," terangnya, usai penyerahan sertifikat secara simbolis di kantor Diperpautkan pada Kamis (14/9/2017).

Sertifikasi lahan tersebut menurut Pulung merupakan implementasi program Pemkab Bantul yang ingin mengamankan setidaknya 13.000 hektar Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurutnya, banyak petani yang antusias dengan program sertifikasi ini.

Lebih lanjut Pulung mengatakan sebagian besar program ini menyasar lahan pertanian tembakau yang banyak terdapat di Imogiri, Pleret dan Dlingo. Menurutnya setidaknya 300-an sertifikat sudah diserahkan kepada petani tembakau. Bahkan hampir seluruh lahan tembakau di Selopamioro, Imogiri berhasil disertifikat. Menurutnya sertifikasi lahan tembakau di wilayah tersebut cukup mendesak agar varietas tembakau unggul di wilayah ini tidak berkurang.

"Petani sangat antusias, hanya memang sertifikasi ini harus dilakukan pada lahan yang luas dan tidak terpencar pencar," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online