Belum Serah Terima, Drainase dan Talang KDMP Sendangmulyo Sleman Rusak
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Ancaman kebakaran di wilayah Sleman kian meningkat. Sepanjang awal tahun hingga pertengahan Mei 2026, Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman mencatat sudah terjadi 56 kasus kebakaran.
Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah, seiring prediksi munculnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini yang dapat memicu musim kemarau lebih panjang dan ekstrem.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman, Gunardi, menegaskan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas sehari-hari yang berisiko memicu api.
“Dilarang melakukan pembakaran apa pun, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Saat kemarau, kondisi lingkungan sangat kering sehingga api mudah menyebar,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Larangan Bakar Sampah hingga Waspada Peralatan Rumah Tangga
Gunardi menjelaskan, selain pembakaran terbuka, potensi kebakaran juga dapat berasal dari hal-hal kecil yang kerap diabaikan. Penggunaan obat nyamuk bakar, kompor, hingga instalasi listrik yang tidak aman bisa menjadi pemicu percikan api.
Dalam kondisi kemarau panjang, benda-benda di sekitar menjadi lebih mudah terbakar. Api kecil sekalipun bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Imbauan ini penting mengingat sebagian besar kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian, bukan faktor alam.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan Ditingkatkan
Untuk menekan risiko kebakaran, Satpol PP Sleman terus memperkuat koordinasi dengan BPBD Sleman. Selain itu, kesiapsiagaan personel pemadam juga terus ditingkatkan, mulai dari pelatihan hingga pengecekan rutin peralatan.
Sosialisasi kepada masyarakat juga digencarkan, terutama menjelang musim kemarau, agar kesadaran terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat.
“Kesiapan personel dan edukasi ke masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas,” kata Gunardi.
Pos Damkar Bokoharjo Masih Menunggu Personel
Di sisi lain, rencana pengoperasian pos pemadam kebakaran di wilayah Bokoharjo, Prambanan, masih terkendala. Hingga kini, pos tersebut belum dilengkapi personel maupun sarana pendukung.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BKPP Sleman telah mengajukan kebutuhan formasi pegawai ke pemerintah pusat, termasuk untuk mengisi pos damkar tersebut.
Plt. Kepala BKPP Sleman, Dwi Ananta Sudibya, menyebut pihaknya masih menunggu persetujuan dari pusat terkait pengisian personel.
Dengan kondisi cuaca yang diprediksi semakin kering, masyarakat Sleman diimbau tidak lengah. Pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran yang lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
Final Indonesia vs Thailand di SUGBK melibatkan 67.000 tiket terjual. Simulasi menunjukkan perputaran uang bisa mencapai puluhan miliar.
20 merek China akan hadir di Paris Motor Show 2026. Tujuh model menjadi sorotan, dari Geely Monjaro EM-i hingga Zeekr 9X.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Harga Indonesia belum diumumkan.
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.
Italia menang 3-1 atas Turki di Nations League. Mancini mengakui timnya kelelahan, tetapi kemenangan menjaga peluang lolos ke perempat final.