Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
dokumen
Underpass Kentungan & Gejayan, pembangunan sementara tertunda.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pembangunan underpass persimpangan Kentungan dan Affandi tertunda karen alasan keterbatasan anggaran. Pendanaan difokuskan pada pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) dan pemantapan aset yang sudah ada.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=851916"> Dahulukan JJLS, Underpass Kentungan & Gejayan Ditunda
Setelah proyek di pantai selatan selesai, Nandang Sungkono, Asisten Perencanaan dan Program Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY menilai kemungkinan pendanaan baru bisa dialihkan ke persimpangan di Ringroad utara tersebut. Pasalnya, alokasi pendanaan DIY memang relatif terbatas sehingga sulit untuk dipaksakan. Selain itu, pembangunan juga bisa dilakukan tanpa menunggu selesainya JJLS jika ada kebijakan akan opsi pendanaan yang lain.
Terlebih lagi, dua lokasi ini dinilai sudah sangat krusial karena tingkat kemacetan lalu lintas yang terjadi. Hal ini juga didukung dari studi kelayakan yang sudah dilakukan pada waktu lalu. Nandang menerangkan dibutuhkan dana sekitar Rp120 miliar untuk membangun satu underpass sepanjang 70 meter itu.
Angka ini belum termasuk dana yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan yang akan dijadikan underpass itu. Jumlah ini masih mungkin meningkat karena inflasi sebab angka ini didapat dari Detail Engineering Design (DED) yang disusun pada 2016 lalu.
Jika bakal dibangun, Nandang menyatakan pelaksanaannya juga tidak bisa dilakukan sekaligus karena berpotensi mengakibatkan kekacauan lalu lintas parah. Pembangunan pertama akan dilakukan di persimpangan Kentungan karena kondisinya lebih parah dibandingkan Affandi. Berdasarkan data PJN, ratio kemacetan di wilayah tersebut sudah mencapai angka 0,9. Padahal, ratio kondisi lalu lintas yang ideal sebesar 0,3.
Batalnya proyek pembangunan underpass ini sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Kunto Riyadi. Hal ini sangat disayangkan karena upaya penguraian kemacetan itu bakal ikut tertunda. Terlebih lagi, kondisi di lapangan sendiri sudah cukup krusial karena banyaknya kendaraan yang melintas di jam-jam tertentu. Underpass dinilai sebagai solusi cepat mengurai kemacetan khususnya bagi kendaraan yang melintas di ring road utara itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.