KELANGKAAN ELPIJI : Disperindag Akui Ada Masalah, Ini Penjelasannya

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 19 September 2017 13:22 WIB
KELANGKAAN ELPIJI : Disperindag Akui Ada Masalah, Ini Penjelasannya

Petugas pangkalan di Sleman memindahkan tabung gas elpiji tiga kilogram atau gas melon ke truk pengangkut belum lama ini.(JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)

Kelangkaan elpiji dapat diatasi dengan pemantauan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Salah satu penyebab kelangkaan Elpiji 3 Kg saat ini adalah lemahnya pengawasan. Untuk itu, pemerintah di Daerah (Pemda) harus melakukan pembenahan pengawasan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=852630">KELANGKAAN ELPIJI : Pemda Harus Benahi Pengawasan Gas Melon

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengakui jika masalah gas melon berawal dari ketidaksesuaian mekanisme distribusi yang diterapkan saat ini. Seharusnya, kata dia, pendistribusian gas 3kg berdasarkan regulasinya dilakukan secara tertutup.

"Tetapi sampai saat ini masih distribusi terbuka, sehingga kemudian harga ditentukan oleh mekanisme pasar," ungkapnya, Senin (18/9/2017).

Sesuai aturannya, kata Endah, gas 3 kg diperuntukkan rumah tangga yang dulunya menggunakan kompor minyak tanah dan usaha mikro. Tetapi sampai saat ini belum juga diterbitkan kartu bagi yang berhak menggunakan Elpiji tersebut.

"Peruntukan bagi usaha mikro pun belum jelas siapa yang berwenang melakukan verifikasi," katanya.

Padahal, lanjut Endah, dalam amanat Pergub 28 tahun 2015 ketugasan Disperindag adalah mengawasi HET sementara pengawasan ketersediaan dan distribusi berada di dinas yang membidangi energi (PUP-ESDM DIY). Dalam konteks pelanggaran HET, yang berwenang menindak dan memberikan sanksi kepada pangkalan adalah agennya sementara jika pelanggaran dilakukan agen yang berwenang memberikan sanksi adalah operator (Pertamina).

"Kami hanya mengawasi saja dan memberikan informasi hasil pengawasan kepada Pertamina untuk ditindaklanjuti," terang Endah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online