Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Petugas pangkalan di Sleman memindahkan tabung gas elpiji tiga kilogram atau gas melon ke truk pengangkut belum lama ini.(JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Kelangkaan elpiji dapat diatasi dengan pemantauan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Salah satu penyebab kelangkaan Elpiji 3 Kg saat ini adalah lemahnya pengawasan. Untuk itu, pemerintah di Daerah (Pemda) harus melakukan pembenahan pengawasan.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=852630">KELANGKAAN ELPIJI : Pemda Harus Benahi Pengawasan Gas Melon
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengakui jika masalah gas melon berawal dari ketidaksesuaian mekanisme distribusi yang diterapkan saat ini. Seharusnya, kata dia, pendistribusian gas 3kg berdasarkan regulasinya dilakukan secara tertutup.
"Tetapi sampai saat ini masih distribusi terbuka, sehingga kemudian harga ditentukan oleh mekanisme pasar," ungkapnya, Senin (18/9/2017).
Sesuai aturannya, kata Endah, gas 3 kg diperuntukkan rumah tangga yang dulunya menggunakan kompor minyak tanah dan usaha mikro. Tetapi sampai saat ini belum juga diterbitkan kartu bagi yang berhak menggunakan Elpiji tersebut.
"Peruntukan bagi usaha mikro pun belum jelas siapa yang berwenang melakukan verifikasi," katanya.
Padahal, lanjut Endah, dalam amanat Pergub 28 tahun 2015 ketugasan Disperindag adalah mengawasi HET sementara pengawasan ketersediaan dan distribusi berada di dinas yang membidangi energi (PUP-ESDM DIY). Dalam konteks pelanggaran HET, yang berwenang menindak dan memberikan sanksi kepada pangkalan adalah agennya sementara jika pelanggaran dilakukan agen yang berwenang memberikan sanksi adalah operator (Pertamina).
"Kami hanya mengawasi saja dan memberikan informasi hasil pengawasan kepada Pertamina untuk ditindaklanjuti," terang Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.