Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Dok)
PNS Sleman, guru perlu dimotivasi menghasilkan karya tulis ilmiah.
Harianjogja.com, SLEMAN--Guru-guru di Kabupaten Sleman kesulitan naik golongan, utamanya mereka yang sedang berada di golongan IV/a. Ditengarai para guru masih belum punya semangat yang tinggi dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=855327">PNS SLEMAN : Enggan Menulis, Guru Susah Naik Pangkat
Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Halim Sutono mengakui, selama ini karya tulis ilmiah menjadi momok bagi para guru jika ingin meningkatkan pangkatnya, utamanya yang sedang berada di golongan IV/a. Ia menyayangkan hal tersebut, karena seharusnya seorang guru harus terus mengembangkan empat aspek, yakni pedagogis, profesionalitas, sosial dan kepribadian.
“Kalau enggan menulis artinya salah satu aspek tidak terpenuhi. Guru sudah seharusnya terus belajar untuk mengembangkan kompetensinya. Mereka tidak boleh hanya menyuruh anak didiknya saja yang belajar, tapi mereka juga harus terus belajar,” ucap Halim yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ini, Kamis (28/9/2017).
Dari data yang diperoleh di Badan Kepegawain Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Kabupaten Sleman, per 22 september 2017 terhitung guru yang berada di golongan IV/a sebanyak 2.496, sementara guru yang sudah ada di golongan IV/c hanya ada 56 saja.
Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan dan Diklat BKPP Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi mengatakan semangat guru dalam menulis karya tulis ilmiah memang masih rendah. Karena itulah pihaknya kemudian beberapa kali menggelar pelatihan menulis.
Ia mengatakan di tahun 2017 saja pihaknya sudah dua kali menggelar Diklat Karya Tulis Ilmiah, “Kami sudah menjembatani, tapi kembali lagi pada yang bersangkutan. Karena kenaikan pangkat ini ditentukan mereka sendiri,” jelasnya.
Heri menyebut, selain semangat menulis, yang menjadi kendala para guru adalah menembus jurnal yang terpublikasi secara nasional.
“Kalau golongan III gitu karya tulisnya masih berupa penelitian tindakan kelas. Syarat terpublikasi ke jurnal nasional itu yang cukup berat juga untuk naik pangkat ke golongan IV/b,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.