Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Kustomfest 2017, salah satu festival kustom culture terbesar di Indonesia, secara resmi dibuka pada Sabtu (7/102017)
Harianjogja.com, JOGJA--Kustomfest 2017, salah satu festival kustom culture terbesar di Indonesia, secara resmi dibuka pada Sabtu (7/102017). Hajatan yang sering disebut sebagai lebarannya para pecinta motor tersebut tahun ini mengangkat tema No Boundaries.
Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi mengatakan tema tersebut dipilih karena pihaknya ingin menerabas batas-batas yang ada di dunia kustom. Menurutnya, seiring dengan perkembangan budaya bikin motor merebak di Indonesia, semakin banyak pula orang yang lantas menjadi komentator.
Para komentator ini kadang ‘mewajibkan’ pembangunan motor kustom harus sesuai dengan pakem.
“Kalau motor chopper, misalnya, harus yang seperti ini dan sebagainya. Pakem boleh tapi jangan sampai menimbulkan sekat-sekat dan hanya terpatri pada model-model tertentu. Intinya harus ada kreativitas tanpa batas,” ucapnya saat jumpa pers di Jogja Expo Center.
Lulut menyatakan, pihaknya ingin menghancurkan batasan-batasan tersebut dan berhasrat mengembalikan kustom culture ke khitahnya, yaitu tidak tersekat batas. Hal yang paling penting bagi builder, katanya, adalah menuangkan semua ide-ide menjadi karya tanpa harus dibatasi apa pun.
Dengan berkarya tanpa batas, ia berharap di masa yang akan datang lahir jenius-jenius yang bisa membawa nama dunia kustom Indonesia ke panggung dunia. “Itu tak akan terjadi ketika sekat tumbuh subur dan serba terkotak,” ucap Lulut.
Lulut menambahkan, dalam Kustomfest 2017 sudah ada beberapa pihak yang sudah berusaha menembus batas. “Ada yang bikin mesinnya sendiri. Bila tidak disediakan panggung, maka yang amazing seperti itu akan layu,” ujarnya.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menyatakan, pihaknya mendukung gelaran Kustomfest 2017. Baginya, kustomfest adalah perhelatan yang mampu untuk mendukung pariwisata di DIY.
Ia mengaku kaget saat Lulut datang ke kantornya untuk presentasi.
“Waktu menyampaikan presentasi, saya kira yang pertama, ternyata sudah yang keenam. Saya melihat dari potensinya, tentu banyak pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Ini potensi pariwisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.