Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Ilustrasi minuman keras hasil razia penyakit masyarakat. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Operasi tersebut memang menyasar perdagangan miras untuk menekan potensi kriminalitas yang muncul
Harianjogja.com, SLEMAN-Polisi merazia dua pedagang minumas keras (miras) yang beroperasi di wiayah Seyegan, Sabtu(7/10/2017). Kedua pedagang itu kedapatan memperjualbelikan miras jenis anggur dalam operasi cipta kondisi tersebut.
Kedua pedagang tersebut yakni Panji Budi Wijaya, 21 asal Temanggung dan Andre Purwatmoko, 35, asal Seyegan. Panji, ditangkap di Pasar Srikaton, Margoagung, Seyegan dengan barang bukti berupa sebotol anggur kolesom. Kapolsek Seyegan AKP Masnoto mengatakan, dalam operasi itu ikut disita pula uang sebesar Rp60.000. “Hasil penjualan [miras],” ujarnya, Minggu(8/10/2017).
Sementara, penjual yang kedua, Andre, dirazia di warung kelontong yang berlokasi di depan Balai Desa Margoluwih, Seyegan. Pria yang berporfesi sebagai buruh harian lepas ini tertangkap tangan beserta delapan botol anggur merah. Keduanya bakal dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) dan diagendakan menjalani sidang.
Masnoto mengatakan, operasi tersebut memang menyasar perdagangan miras untuk menekan potensi kriminalitas yang muncul. Umumnya, pelaku kejahatan melakukan aksinya diawali dengan mengkonsumi minuman beralkohol ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess