PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Deretan penjual durian mulai terlihat di ruas jalan Jogja-Wonosari tepatnya di wilayah Kecamatan Patuk. Rabu (1/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kondisi tanaman durian tahun ini lebih baik daripada dua tahun terakhir.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Petani di wilayah Kecamatan Patuk bisa tersenyum lebar di tahun ini karena tanaman durian dapat berbuah maksimal. Kondisi itu sangat kontras dengan hasil panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yang hampir mengalami kegagalan panen karena gangguan cuaca.
Salah seorang pemilik pohon durian di Desa Putat, Patuk Gunawan mengakui panen durian di tahun ini akan lebih maksimal. Kondisi ini tentunya membuat warga gembira karena sejak 2015 lalu hampir tidak pernah panen. “Sudah dua tahun kami tidak panen karena masalah cuaca. Tapi untuk tahun ini hasilnya lebih baik karena buah dapat berkembang dengan baik,” katanya Rabu (1/11/2017).
Menurut dia, kegagaan panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir terjadi karena curah hujan yang melimpah. Akibatnya, bakal buah durian tidak dapat berkembang dengan baik karena mati sebelum menjadi buah. “Tapi untuk tahun ini hasilnya akan bagus karena buah yang dihasilkan banyak,” ungkapnya.
Meningkatnya produksi buah durian itu mendorong munculnya praktik ijon dalam pembelian durian. Dalam praktik ini, lahan durian atau durian yang masih mentah dibeli dulu oleh tengkulak dengan harga murah ke petani durian. Saat berbuah matang dan siap petik tengkulaklah yang menikmati hasilnya dengan harga tinggi.
Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi berharap agar petani tidak terkecoh dengan pembelian model ijon karena hanya menguntungkap para spekulan. “Lebih baik dipanen sendiri dan dijual saat sudah matang. Saya yakin keuntungan yang diperoleh akan lebih besar,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.