Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Deretan penjual durian mulai terlihat di ruas jalan Jogja-Wonosari tepatnya di wilayah Kecamatan Patuk. Rabu (1/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kondisi tanaman durian tahun ini lebih baik daripada dua tahun terakhir.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Petani di wilayah Kecamatan Patuk bisa tersenyum lebar di tahun ini karena tanaman durian dapat berbuah maksimal. Kondisi itu sangat kontras dengan hasil panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yang hampir mengalami kegagalan panen karena gangguan cuaca.
Salah seorang pemilik pohon durian di Desa Putat, Patuk Gunawan mengakui panen durian di tahun ini akan lebih maksimal. Kondisi ini tentunya membuat warga gembira karena sejak 2015 lalu hampir tidak pernah panen. “Sudah dua tahun kami tidak panen karena masalah cuaca. Tapi untuk tahun ini hasilnya lebih baik karena buah dapat berkembang dengan baik,” katanya Rabu (1/11/2017).
Menurut dia, kegagaan panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir terjadi karena curah hujan yang melimpah. Akibatnya, bakal buah durian tidak dapat berkembang dengan baik karena mati sebelum menjadi buah. “Tapi untuk tahun ini hasilnya akan bagus karena buah yang dihasilkan banyak,” ungkapnya.
Meningkatnya produksi buah durian itu mendorong munculnya praktik ijon dalam pembelian durian. Dalam praktik ini, lahan durian atau durian yang masih mentah dibeli dulu oleh tengkulak dengan harga murah ke petani durian. Saat berbuah matang dan siap petik tengkulaklah yang menikmati hasilnya dengan harga tinggi.
Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi berharap agar petani tidak terkecoh dengan pembelian model ijon karena hanya menguntungkap para spekulan. “Lebih baik dipanen sendiri dan dijual saat sudah matang. Saya yakin keuntungan yang diperoleh akan lebih besar,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.