Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017) mendapat untung besar
Harianjogja.com, BANTUL -- Petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017) mendapat untung besar saat panen bulan ini.
Menurut petani kembang kol Sulistyo dirinya banyak mendapat keuntungan saat ini. "Lumayan untung besar harga bagus karena memasuki sapar banyak digunakan masyarakat Jawa dalam tradisi-tradisi," katanya.
Sulistyo mengatakan pertanian kol cukup produktif produktif dalam kurun waktu lima minggu sudah dapat dipanen. Dia juga mengatakan saat ini petani kembang kol masih sangat sedikit.
Dia menyarankan pada para petani untuk tanggap terhadap pasar, karena menurutnya hasil dari pertaniannya cukup baik walaupun notabene kembang kol lebih banyak di dataran tinggi. "Ini ternyata saya menanam kembang kol di luas tanah 1.500m dapat menghasilkan sekitar 1,5 ton kalau dari petani harganya Rp7.000," katanya.
Dalam metode penanamannya dirinya juga menerapkan sistem tumpang sari. "Ini saya juga menanam dengan tumpang sari. Untuk menutupi biaya produksi juga kembang kol ini, istilahnya untuk bisa membayar para pekerja," ujarnya.
"Tumpang sari ini juga bisa membuat cabe yang bisa tumbuhnya tinggi jika dibarengkan kembang kol kanan kiri dibawah tidak tumbuh cabang dengan pesat," kata Sulistyo.
Menurutnya nanti bekas tanaman kol ini setelah cabai produksi untuk menimbun pupuk.
Dalam pertanian ini yang penting menurutnya adalah harus selalu waspada terhadap hama dan harus dapat memanfaatkan pupuk dasar maupun pupuk hama. "Kalau masalah pengairan kembang kol tidak terlalu susah menurut saya," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi memang mengatakan sejauh ini belum ada data khusus untuk pertanian kembang kol. Dirinya mengatakan memang belum ada di kawasan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.