Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Warga menunggu kereta api melintas di bawah jembatan layang Janti, September 2017 lalu. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Penutupan perlintasan palang pintu rel kereta Janti masih memunculkan keluhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Penutupan perlintasan palang pintu rel kereta Janti masih memunculkan keluhan. Pos penjaga perlintasan diharapkan masih terus beroperasi selama penutupan tersebut masih bersifat ujicoba.
Heru Subardi, Kepala Dusun Janti mengatakan ketiadaan penjaga perlintasan sementara disediakan ruang selebar 1,2 meter untuk melintas cenderung membahayakan warga setempat yang masih menggunakan akses jalan itu.
Pasalnya, sebagaian besar yang menggunakan jalan tersebut didominasi oleh lansia, wanita, dan anak-anak. Sebagian lagi menggunakan sepeda yang terpaksa harus digotong karena adanya bantalan beton yang dipasang sebagai pembatas.
“Kalau lagi angkat sepeda yang enggak sempat fokus di kereta lewat, jangan sampai warga jadi korban baru, kasian” ujarnya, Rabu (1/11/2017).
Ia mengatakan sudah menyampaikan permintaan masyarakat agar ada alternatif yang lebih solutif sebelum penutupan diberlakukan. Jika memang ujicoba penutupan sudah dilakukan seperti saat ini, ia berharap pos penjagaan tetap diaktifkan termasuk sirine pemberitahuan akan adanya kereta yang akan melintas.
Selain itu, ia menilai masih banyak pengguna jalan yang mengetahu penutupan tersebut sehingga akhirnya terpaksa menggunakan jalur alternatif melintasi kampung dibandingkan menggunakan fly over Janti.
Kini, tambah Heru, jalan alternatif satu-satunya yang melalui kampung Karangjambe, Bantul dan Jomblang sudah ditutup portal oleh warga. Menurutnya, hal ini dikarenakan warga enggan terganggu ketenangannya ketika malam hari masih banyak kendaraan lalu-lalang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.