Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Banyak keuntungan dari penerapan sertifikasi elektronik ini
Harianjogja.com, JOGJA-Langkah Pemerintah Kota Jogja untuk menerapkan sertifikasi elektronik dinilai tetap. Banyak keuntungan dari penerapan sistem ini.
Kepala Balai Sertifikasi Elektronik Lembaga Sandi Negara Anton Setiawan menyatakan sertifikasi elektronik menjamin keaslian dokumen. Selain itu, cara ini dinilai juga lebih efisien dan efektif karena tidak terbatas ruang dan waktu. "Sistem ini menjamin yang tidak memiliki kewenangan masuk dalam sistem dan menjamin yang berwewenang bisa masuk," kata Anton, Rabu (2/11/2017).
Ia mengatakan, belum banyak yang menerapkan sertifikasi elektronik untuk pemerintah daerah. Selain Jogja, ada Kabupaten Bogor dan Madiun. Sementara, sebagian besar kementerian sudah menggunakannya.
http://m.harianjogja.com/?p=865569">Baca juga : Pemkot Jogja Segera Terapkan Tanda Tangan Digital, Ini Alasannya
Anton mengakui meski layanan sertifikasi elektronik bagus, tetapi tergantung kepala daerah mau menerapkan atau tidak. Sebab, kata dia, penerapan sistem elektronik butuh komitmen, karena ketika sistem sudah disepakati sulit untuk dimanipulasi. "Misalnya kalau buat surat tidak bisa lagi tanggal dimundurkan atau dimajukan," ujar Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.