RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Banyak keuntungan dari penerapan sertifikasi elektronik ini
Harianjogja.com, JOGJA-Langkah Pemerintah Kota Jogja untuk menerapkan sertifikasi elektronik dinilai tetap. Banyak keuntungan dari penerapan sistem ini.
Kepala Balai Sertifikasi Elektronik Lembaga Sandi Negara Anton Setiawan menyatakan sertifikasi elektronik menjamin keaslian dokumen. Selain itu, cara ini dinilai juga lebih efisien dan efektif karena tidak terbatas ruang dan waktu. "Sistem ini menjamin yang tidak memiliki kewenangan masuk dalam sistem dan menjamin yang berwewenang bisa masuk," kata Anton, Rabu (2/11/2017).
Ia mengatakan, belum banyak yang menerapkan sertifikasi elektronik untuk pemerintah daerah. Selain Jogja, ada Kabupaten Bogor dan Madiun. Sementara, sebagian besar kementerian sudah menggunakannya.
http://m.harianjogja.com/?p=865569">Baca juga : Pemkot Jogja Segera Terapkan Tanda Tangan Digital, Ini Alasannya
Anton mengakui meski layanan sertifikasi elektronik bagus, tetapi tergantung kepala daerah mau menerapkan atau tidak. Sebab, kata dia, penerapan sistem elektronik butuh komitmen, karena ketika sistem sudah disepakati sulit untuk dimanipulasi. "Misalnya kalau buat surat tidak bisa lagi tanggal dimundurkan atau dimajukan," ujar Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.